D'Biografi

Biografi Prabowo

Biografi Prabowo – Prabowo Subianto atau yang lebih populer dengan nama Prabowo merupakan ketua umum sekaligus pendiri dari partai Gerindra. Beliau lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951.

Prabowo merupakan putra dari pasangan Prof Soemitro Djojohandikusumo dan Dora Marie Sigar. Banyak pelajaran hidup yang tentuya bisa kita ambil dari biografi Prabowo. Sedikit banyak, sosok Prabowo ini menjadi salah satu tokoh militer berpengaruh di Indonesia.

Tidak hanya eksis dalam dunia militer, Prabowo juga melebarkan sayap merambah dunia politik.  Sosok yang kini akan maju dalam Pilpres tahun 2019 mendatang ini memiliki nama lengkap Prabowo Subianto Djojohandikusumo.

Selain termasuk salah satu tokoh politik. Beliau juga dikenal sebagai orang yang memiliki pengalaman dibidang militer dan juga seorang pengusaha.

Prabowo Dalam Dunia Militer

Akhir-akhir ini, tepatnya setelah Prabowo Subianto mulai terjun dalam dunia politik. Nama beliau mulai naik dan dikenal masyarakat. Setelah gagal pada Pilpres tahun 2004, 2009, dan tahun 2014 lalu.

Biografi Prabowo Singkat
Gambar: asiasentinel.com

Kini, Prabowo Subianto kembali mencalonkan dirinya sebagai calon presiden bersama Sandiaga Uno yang kini menjadi wakil gubernur jakarta.

Diusianya yang baru 67 tahun perjalanan biografi Prabowo terbilang cukup panjang. Beliau sempat beberapa kali melewati fase-fase kehidupan yang begitu menarik untuk diketahui.

Mulai kehidupan Prabowo Subianto dikehidupan militernya, mengenai kesuksesan perusahaan Prabowo Subianto, dan juga mengenai dunia politik yang beliau geluti.

Dalam biografi Prabowo, silsilah keluarga Prabowo Subianto memang dibahas cukup jelas. Istri Prabowo bernama Siti Hediati Hariyadi. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai putra bernama Didit Prabowo.

H Prabowo Subianto ini sebenarnya juga memiliki tiga saudara yaitu Hashim Djojohadikusumo, Maryani Djojohadikusumo, dan Bianti Djiwandono.

Latar Belakang & Keluarga

Membahas biografi seseorang tanpa mengetahui keluarga dari tokoh yang ingin diulik lebih dalam tentu akan terasa kurang lengkap. Apalagi jika biografi yang anda baca merupakan biografi dari tokoh yang anda suka.

Oleh karena itu, selain perjalanan hidup Prabowo, Pada kali ini, silsilah keluarga Prabowo Subianto juga akan dibahas dengan jelas. Biografi Prabowo dari silsilah keluarganya yaitu Prabowo Subianto merupakan anak dari seorang pakar Ekonomi Indonesia pada zaman Ir Soekarno dan soeharto.

Yaitu Prof Soemitro Djojohandikusumo, yang merupakan ayah beliau. Sedangkan ibu Prabowo berasal dari Manado yaitu Dora Marie Sigar.

Mengetahui Agama Prabowo dan Keluarganya

Prabowo Subianto dibesarkan dari orang tua yang memiliki keyakinan yang berbeda. Ayah Prabowo menganut agama islam. Sedangkan ibunya memiliki keyakinan kristen protestan dan katolik.

Biografi Prabowo
Gambar: lensfakta.com

Prabowo Subianto sendiri memiliki kepercayaan yang sama dengan ayahnya yaitu agama islam. Sedangkan saudaranya yang lain mengikuti kepercayaan yang dianut ibunya yaitu kristen protestan dan katolik.

Masuk dalam silsilah keluarga Prabowo. Beberapa biografi Prabowo menjelaskan bahwa beliau adalah cucu dari Raden Mas Margono yang merupakan pendiri dari Bank Indonesia. Dan juga salah satu anggota BPUPKI kemerdekaan Indonesia.

Dalam keluarga, Prabowo merupakan anak ketiga dari dari 4 bersaudara. Nama saudaranya yaitu, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati yang merupakan kakak perempuan beliau. Dan Hashim Djojohandikusumo yang merupakan adik Prabowo.

Mengetahui Riwayat Pendidikan Prabowo

Pada usia 5 tahun Prabowo Subianto mulai menempuh pendidikan. Dimasa kecilnya itu, beliau memulai pendidikannya di sekolah Sumbangsih yang terletak di Jakarta. Kehidupan Prabowo yang berpindah-pindah memaksa beliau berpindah sekolah beberapa kali.

Pada perpindahan pertamanya pada tahun 1957, Prof Soemitro Djojohandikusumo membawa Prabowo dan semua keluarganya pindah ke  Pandang dengan menumpang Dakota DC-3 ketika terjadi pemberontakan PRRI.

Pada saat itu, pendidikannya dipindahkan ke British Elementary School, Singapura. Setelah ayahnya kembali memboyong Prabowo dan semua keluarganya ke Singapura pada tahun 1958.

Ketika Prof Soemitro Djojohandikusumo dicurigai Ir Soekarno telah terlibat dalam aksi pemberontakan PRRI tersebut.

Namun belum begitu lama. Ayah Prabowo Subianto kembali diboyong beliau dan keluarganya untuk pindah ke Hongkong pada tahun 1962. Tepatnya saat politik negara singapura yang bergejolak dan lebih memilih menjaga hubungan baik dengan presiden Soekarno.

Dari perpindahan keduanya itu, Prabowo Subianto kembali didaftarkan oleh ayahnya di Glenealy Junior School. Perpindahan Prabowo tidak sampai disitu. Prabowo dan keluarga kembali di boyong ke Kuala lumpur, Malaysia.

Dan beberapa sumber yang membahas mengenai biografi Prabowo menyebutkan beliau bersekolah di Voctoria Institute pada saat itu.

Perpindahan ayah Prabowo ke Kuala Lumpur, Malaysia ternyata bukan pilihan yang tepat. Karena setelah perpindahan tersebut, tepatnya pada tahun 1963. Terjadi konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia.

Meskipun sering melakukan penentangan terhadap presiden Soekarno. Namun, pada konfrontasi tersebut, Prof Soemitro Djojohandikusumo melakukan pembelaan terhadap Indonesia secara terang-terangan.

Kehidupan Prabowo di Eropa

Akhirnya setelah peristiwa tersebut. Prabowo Subianto muda dan keluarganya kembali berpindah ke Zurich, Swiss. Perpindahan Prabowo yang kesekian kalinya kembali membuat sekolah yang ditempuh juga berpindah.

Biografi Prabowo Lengkap
Gambar:theasianobserver.news

Kali ini, beliau kembali didaftarkan di American International School. Pada saat inilah, Prabowo Subianto mulai belajar bahasa Jerman dan Prancis.

Beberapa saat, masalah baru kembali muncul. Pada saat itu pemerintah Swiss menolak suaka politik dari ayah Prabowo dan keluarganya. Yang akhirnya, memaksa Prof Soemitro Djojohandikusumo untuk berpindah kembali ke Inggris.

Pada masa itu, negara Inggris lah yang telah memberikan Prabowo dan keluarga izin tinggal permanen di sana.

Mendapatkan jaminan tersebut, Prabowo Subianto akhirnya bisa kembali melanjutkan pendidikannya di Amerika International School sampai tahun 1968. Sebelum kemudian kembali berpindah ke Indonesia.

Perjalanan Karir

Prabowo Subianto muda memulai karirnya pada tahun 1970. Pada saat itu, Prabowo mulai membangunnya dengan cara masuk dalam akademi Militer Magelang yang berhasil beliau tempuh hingga tahun 1974.

Tak lama setelah kelulusan tersebut, pada tahun 1976 Prabowo mendapatkan tugas sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur sekaligus menjadi komandan pleton para komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha atau Kopassandha.

Biografi Prabowo berlanjut dengan pernikahannya dengan anak presiden Soeharto yaitu Titiek Soeharto. Dan memiliki satu anak yaitu Didit Prabowo. Karir Prabowo Subianto pada waktu itu kian melejit.

Puncaknya, pada tahun 1983, beliau berhasil menjadi wakil komandan detasemen 81 penanggulangan teroris (Gultor) komandan pasukan khusus TNI AD atau Kopasus.

Prabowo Di Dunia Politik

Sebenarnya, karir Prabowo di dunia militer cukup gemilang. Sayangnya, beliau sempat tersandung beberapa masalah hingga menjadi jenderal yang diselimuti berbagai kontroversi.

Pada puncaknya, atas instruksi Habibie akhirnya Prabowo Subianto diberhentikan dari posisinya sebagai panglima kontras oleh Wiranto.

Setelah pemberhentian tersebut, Prabowo Subianto memulai karirnya menjadi seorang pengusaha kertas yang beliau bangun di Mangkajang, Kalimantan Timur. Dan beberapa tahun belakangan, Prabowo Subianto mulai melebarkan sayapnya di dunia politik.

Beberapa kali, beliau mencalonkan dirinya sebagai presiden. Dan pada tahun 2019 ini, beliau kembali maju di Pilpres bersama Sandiaga Uno sebagai wakil.

Adapun perjalanan karir yang dijalani Prabowo Subianto yaitu antara lain:

  1. Pada tahun 2004, Prabowo Subianto mencalonkan diri sebagai Capres dari partai Golkar
  2. Pada tahun 2009, Prabowo Subianto mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden menjadi pendamping Megawati, dari partai Gerindra
  3. Pada tahun 2014, Prabowo Subianto mencalonkan dirinya sebagai calon presiden dengan memilih Hatta Rajasa sebagai wakil presidennya
  4. Dan pada tahun 2019 ini, Prabowo Subianto kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres tahun 2019 mendatang. Dengan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara – Ki Hajar Dewantara tentu saja sangat wajib generasi mudah ketahui. Mengingat bahwa Ki Hajar Dewantara merupakan bapak pendidikan nasional yang juga menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Sebagian besar dari warga indonesia barangkali telah mengenal Ki Hajar Dewantara. Apalagi setiap tanggal 2 mei, yang merupakan kelahiran dari Ki Hajar Dewantara selalu diperingati sebagai hari pendidikan nasional atau HARDIK NAS.

Tentu peringatan tersebut sangat pantas diberikan kepada bapak pendidikan yang dulu telah berjuang dan menjadi pelopor pendidikan di Indonesia. Berikut Biografi Ki Hajar Dewantara lebih lanjut.

Latar Belakang Ki Hajar Dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan indonesia ini lahir pada tanggal 2 Mei 1899 di kota Yogyakarta. Dimasa kecilnya, beliau dikenal dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Dan merupakan keturunan dari keluarga bangsawan yaitu GPH Soerjanungrat, cucu dari Pakualam III.

Biografi Ki Hajar Dewantara Singkat
Gambar: utaunhp.info

Pendidikan Ki Hajar Dewantara dimulai dari sekolah dasar yang pada saat itu dikenal dengan nama ELS. ELS merupakan sekolah yang memiliki tingkatan sama seperti sekolah dasar untuk eropa atau belanda, dan kaum bangsawan.

Lulus dari ELS, Ki Hajar Dewantara kembali melanjutkan pendidikannya ke sekolah STOVIA.

STOVIA adalah sekolah pada masa kolonial hindia belanda yang didirikan untuk pendidikan dokter pripumi yang berada di kota Batavia. Yang pada saat ini, dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

Sayangnya, Ki Hajar Dewantara tidak sampai menamatkan sekolah tersebut karena menderita sakit.

Kilas Balik Karir 

Dalam diri Ki Hajar Dewantara, sebenarnya beliau lebih tertarik pada dunia jurnalistik atau tulis menulis. Hal ini terbukti, saat Ki Hajar Dewantara dewasa beliau memilih bekerja sebagai seorang wartawan di beberapa surat kabar yang ada pada masa itu.

seperti sediotomo, De Expres, Midden Java, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, Poesara, dan Tjahaja Timoer.

Dalam penulisannya, Ki Hajar Dewantara memiliki gaya penulisan yang cenderung tajam. Dalam salah satu tulisan beliau yang terdapat di dalam surat kabar De Express pimpinan Douwes Dekker.

Ki hajar menuliskan mengenai kaum kolonial belanda, yang intinya:

“Jika aku adalah seorang belanda, maka aku tidak akan menggelar pesta kemerdekaan di negeri yang kemerdekaannya telah kita rampas sendiri“.

Seiring dengan jalan pikiran tersebut, bukan hanya tidak adil tetapi juga merupakan sesuatu yang tidak pantas untuk menyuruh si inlader memberikan sumbangan dana untuk perayaan tersebut.

Ide untuk menyelenggarakan pesta saja sudah menghinakan mereka, dan sekarang kantongnya kita keruk pula. Ayo teruskan saja penghinaan lahir batin itu! jika aku seorang belanda, hal yang terutama menyinggung perawakan dan juga kawan sebangsaku yakni kenyataan bahwa inlander diharuskan untuk ikut membayari kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikitpun baginya.”

3 Serangkai Indonesia

Salah satu tulisan Ki Hajar Dewantara tersebut pada saat itu langsung menyulut kemarahan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Akibatnya, pada saat itu Ki Hajar Dewantara ditangkap, kemudian diasingkan ke pulau bangka yang merupakan permintaan beliau sendiri.

Biografi Ki Hajar Dewantara Lengkap
Gambar: tibuku.com

Melihat pengasingan yang terjadi kepada Ki Hajar Dewantara tersebut, membuat rekan-rekan organisasinya yaitu Douwes Dekker dan juga Dr. Tjipto Mangunkusumo yang kini dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Sayangnya, karena protes tersebut, akhirnya ketiganya sama-sama diasingkan oleh pemerintah kolonial di Belanda.

Organisasi Budi Utomo

Organisasi Budi Utomo sebagai organisasi sosial politik, membuat Ki Hajar Dewantara tertarik untuk ikut bergabung didalamnya. Dalam organisasi tersebut, Ki Hajar Dewantara ikut berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat pribumi.

Khususnya menyadarkan mereka mengenai pentingnya semangat kebersamaan serta persatuan sebagai bangsa Indonesia. Selain mencoba melakukan beberapa hal tersebut. Bersama Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara akhirnya mendirikan organisasi bernama Indische Partij yang terkenal.

Bisa dibilang, setelah pengasingan tersebut. Ki Hajar Dewantara benar-benar ingin memajukan kaum pribumi. Melalui ijazah pendidikan ki hajar Dewantara dari Europeesche Akte yang beliau dapatkan dari sekolah bergengsi di Belanda.

Ki Hajar Dewantara memulai perjuangannya. Sebagai awal gerakannya, dirinya mulai mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang ia buat di Indonesia.

Keluarga Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara mempersunting Raden Ajeng Sutartinah pada tahun 1913. Raden Ajeng Sutartinah adalah seorang putri dari bangsawan Paku Alaman dari yogyakarta. Dari pernikahan tersebut, Ki Hajar Dewantara dan raden Ajeng Sutartinah dikaruniai dua orang anak.

Kedua anak tersebut yaitu, Ni Sutapi Asti dan Ki Subroto Haryomataram.

Dalam masa pengasingannya, istri Ki Hajar Dewantara lah yang senantiasa mendampingi dan membantu segala kegiatannya. Terutama dalam hal pendidikan. Hingga saat Ki Hajar Dewantara bisa kembali ke indonesia pada tahun 1919.

Ki Hajar Dewantara di Dunia Pendidikan

Ki Hajar Dewantara kembali melanjutkan cita-cita leluhurnya. Begitu kembali, beliau langsung bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudara beliau. Melalui pengalaman mengajar di sekolah itulah, akhirnya Ki Hajar Dewantara membuat konsep baru mengenai pengajaran pada sekolah yang beliau dirikan.

Biografi Ki Hajar Dewantara
Gambar: eyeni.info

Sekolah Ki Hajar Dewantara sendiri resmi berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 dengan nama ‘National Onderwijks Instituut Taman Siswa yang kemudian lebih dikenal sebagai Taman Siswa. Eksistensi taman siswa bahkan sampai saat ini tidak perlu dipertanyakan lagi.

Semboyan Pendidikan 

Tidak sampai pada pendirian institut taman siswa, untuk lebih mendekatkan dirinya dengan rakyat pribumi beliau membuat gerakan baru. Pada usianya yang ke 40 tahun, beliau mengubah namanya dari Raden Mas Soerwardi Soerjaningrat menjadi Ki Hadjar Dewantara atau Ki Hajar Dewantara.

Biografi Ki Hajar Dewantara membuat semboyan-semboyan dunia pendidikan yang sampai sekarang masih terkenal di Indonesia. Adapun semboyan-semboyan tersebut antara lain:

  1. Ing Ngarso Sung Tulodo, yang artinya di depan memberikan contoh
  2. Tut wuri handayani, yang artinya di belakang memberikan dorongan
  3. Ing madyo mangun karso, yang artinya ditengah memberi semangat

Setelah Kemerdekaan

Pada tahun 1945, tepatnya setelah kemerdekaan bangsa indonesia. Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi menteri pengajaran indonesia oleh presiden Ir soekarno. Pengangkatan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Melainkan karena jasa-jasa beliau yang sangat besar dalam dunia pendidikan Indonesia.

Atas jasa-jasa itu pula, oleh Ir Soekarno, Ki Hajar Dewantara dianugerahi gelar ‘Bapak Pendidikan Nasional’ serta ‘Pahlawan Nasional’. Bukan hanya itu saja, Ir Soekarno juga menetapkan hari lahir Ki Hajar Dewantara yaitu tanggal 2 Mei sebagai hari pendidikan Nasional.

Wafatnya Sang Bapak Pendidikan Nasional

Setelah begitu banyak melakukan perjuangan di dunia pendidikan Indonesia. Akhirnya pada tanggal 26 april 1959  beliau meninggal di Yogyakarta. Beliau kemudian dikebumikan di Taman Wijaya Brata.

Untuk mengenang semua jasa Ki Hajar Dewantara, pihak penerus perguruan taman siswa kemudian mendirikan sebuah museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta. Di dalam museum tersebut, berisi benda-benda dan juga karya Ki Hajar Dewantara sekaligus kiprahnya dalam berbangsa.

Adapun karya yang terpasang di dalam museum tersebut antara lain karya tulis atau konsep Ki Hajar Dewantara, risalah-risalah, dan juga data surat menyurat ketika menjadi jurnalis, pendidik, budayawan, dan juga seniman.

Tidak hanya itu, kisah hidup Ki Hajar Dewantara juga di buat sebagai mikrofilm yang kemudian disimpan oleh Badan Arsip Nasional.

Biografi Bung Tomo

Biografi Bung Tomo – Jika mengulik biografi Bung Tomo tentu kita akan diingatkan pada peristiwa 10 November. Dengan orasi beliau yang berapi – api, para masyarakat Surabaya kala itu tanpa takut melawan kembali melawan penjajah.

Bung Tomo merupakan satu dari pahlawan Indonesia yang begitu berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pahlawan indonesia yang berasal dari Surabaya ini telah berhasil melawan penjajah yang ingin kembali menguasai indonesia tepatnya di kota Surabaya pada waktu itu.

Mengenai biografi Bung Utomo sendiri. Beliau merupakan pahlawan indonesia yang lahir pada tanggal 3 Oktober tahun 1920 di kota Surabaya, jawa timur. Dimasa kecilnya, Bung Tomo dikenal dengan nama Sutomo.

Dalam perjuangannya, Bung Tomo mampu menjadi orator dan berhasil membakar semangat arek-arek suroboyo untuk terus bangkit. Dan kembali melawan penjajah yang pada saat ini dikenal sebagai pertempuran 10 November 1945.

Atas perjuangan yang tak kenal lelah itulah. Kini, tanggal 10 November tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Latar Belakang & Keluarga

Di masa kecilnya, Sutomo atau yang lebih dikenal rakyat sebagai Bung tomo ini dibesarkan dalam keluarga kelas menengah.

Beliau merupakan putra dari Kartawan Tjiptowidjojo, yang pada saat itu bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan juga sebagai salah satu pegawai kecil di perusahaan ekspor-impor Belanda.

Biografi Bung Tomo
Gambar: detik.com

Dan merupakan putra dari ibu yang berdarah campuran jawa tengah, sunda dan Madura.

Di perjalanan hidupnya, Bung Tomo termasuk orang yang rajin dan pekerja keras. Salah satu alasan kuat yang mendorong Bung Tomo yaitu beliau ingin memperbaiki keadaan menjadi lebih baik.

Sikap pekerja kerasnya sebenarnya telah terlihat saat beliau kecil. Terbukti ketika usianya 12 tahun, Bung Tomo terpaksa meninggalkan pendidikannya di Mamulo. Dan ikut bekerja serabutan (kecil-kecilan) untuk mengatasi dampak depresi yang pada saat itu tengah melanda dunia.

Namun karena keluarga beliau termasuk keluarga yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi pendidikan. Bung Tomo akhirnya kembali melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan HBS-nya melalui korespondensi. Meskipun tidak pernah resmi lulus.

Berlanjut pada Biografi Bung Tomo di usia muda. Pada saat itu, Bung Tomo mulai aktif dalam organisasi kepanduan. Dan masuk dalam organisasi kepanduan bangsa Indonesia atau KBI.

Menurut Bung Tomo, filsafat kepanduan yang ditambah dengan kesadaran nasional yang telah beliau peroleh dari organisasi KBI, juga ilmu-ilmu dari kakeknya merupakan suatu pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya.

Hal tersebut terlihat dan dibuktikan oleh beliau ketika usianya 17. Yaitu bung tomo berhasil mencapai peringkat kedua pandu garuda di Hindia Belanda.

Perjalanan Dunia Jurnalistik

Selain aktif dalam berorganisasi, kesukaan Bung Tomo pada dunia jurnalisme. Membawa bung tomo bekerja sebagai wartawan lepas pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya, tepatnya pada tahun 1937.

Tidak sampai di situ pada tahun 1939 tepatnya setahun setelah dirinya bekerja di Harian Soeara Oemoem. Beliau pindah ke Mingguan Pembela Rakyat menjadi seorang redaktur, sekaligus wartawan di sana. Selain itu, pada masa itu bung tomo juga aktif menjadi penulis pojok harian berbahasa jawa, di Exspres.

Dalam biografi Bung Tomo, pada tahun 1942-1945 beliau kembali bekerja di kantor tentara penduduk jepang, Domei ketika masa pendudukan jepang. Pada bagian bahasa Indonesia untuk seluruh jawa timur.

Pencapaian yang kini menjadi keistimewaan Bung Tomo dibidang jurnalistik yaitu bersama wartawan senior Romo Bintarti beliau memberitakan mengenai proklamasi kemerdekaan yang telah dikumandangkan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan menggunakan bahasa jawa untuk menghindari sensor dari jepang.

Pada masa itu, beliau juga kembali melanjutkan karir jurnalistiknya dengan menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara di kota Surabaya.

Pertempuran 10 November 1945

Pada tahun 1944, Bung Tomo kembali aktif dalam organisasi. Kali ini, beliau menjadi salah satu anggota dalam Gerakan Rakyat Baru yang pada masa itu diseponsori oleh Jepang. Meskipun termasuk orang yang dianggap asing di sana.

Namun Bung Tomo tetap bertahan guna untuk mempersiapkan beliau untuk menjalankan perannya yang sangat penting.

Biografi Bung Tomo Singkat
Gambar: tribunnews.com

Pada masa itu, bisa dibilang merupakan masa yang penuh dengan insiden. Beberapa kali insiden terjadi. Insiden tersebut berawal dari insiden yang terjadi pada tanggal 19 September 1945 di Hotel Yamanto, Surabaya.

Saat sekelompok orang belanda memasangkan bendera mereka. Melihat hal tersebut, rakyat marah dan berakhir dengan diturunkannya bendera belanda tersebut kemudian, warna biru dari bagian bendera belanda di sobek.

Sehingga yang dikibarkan hanyalah bendera dengan warna merah putih. Dan tewasnya orang Belanda.

Insiden lain, terjadi di Jakarta pada tanggal 30 September 1945 karena datangnya pasukan sekutu. Pada saat itu, bendera mulai berkibar dimana-mana. Pada masa itu, Bung Tomo masih berstatus menjadi seorang wartawan kantor berita Antara.

Dan juga menjadi kepala bagian penerangan Pemuda Republik Indonesia atau PRI, yang merupakan organisasi penting terbesar di kota Surabaya.

Di jakarta, Ir Soekarno meminta agar para pemuda menahan diri, dan tidak memulai konfrontasi senjata. Melihat hal tersebut, ketika kembali ke Surabaya Bung Tomo mengatakan keprihatinannya.

“Kita (di Surabaya) telah mendapatkan kemerdekaan, sedangkan di ibukota rakyat Indonesia terpaksa harus hidup dalam ketakutan,”

Pada bulan Oktober dan November 1945 insiden kembali berlanjut. Bung Tomo yang pada masa itu berperan sebagai seorang pemimpin penting mencoba menggerakkan dan kembali membangkitkan semangat rakyat Surabaya yang tengah diserang oleh pasukan Inggris.

Biografi Bung Tomo Lengkap
Gambar: nasional.kompas.com

Pasukan inggris yang pada saat itu mendarat dengan melucutkan senjata tentara pendudukan jepang serta membebaskan tawanan eropa membuat arek Suroboyo melemah. Namun atas semangat yang diberikan oleh Bung Tomo. Arek Suroboyo berhasil kembali bangkit.

Namun perjuangan arek Suroboyo tidak sampai di situ. Hingga pada tanggal 9 november ultimatum yang ditunjukkan kepada staf gubernor soerjo dikeluarkan. Adapun isi dari ultimatum tersebut yaitu:

  1. Seluruh pemimpin rakyat Surabaya harus menyerahkan diri dengan tangan di atas kepala pada hari itu juga paling lambat pukul 18.00
  2. Seluruh senjata harus diserahkan. Kemudian seseorang yang membunuh Mallaby harus menyerahkan diri

Pada akhir ultimatum juga menjelaskan, jika kedua hal yang telah disebutkan tersebut diabaikan, maka keesokan harinya (tanggal 10 November 1945) pasukan inggris akan menyerang pada pukul 06.00. Seperti ultimatum pada zaman dahulu, pamflet yang berisi ultimatum ini juga disebarkan melalui udara.

Ultimatum yang diabaikan tersebut akhirnya benar-benar membuat pertempuran 10 November terjadi di Surabaya. Pada saat itulah, sejarah biografi bung tomo menceritakan bahwa melalui corong radio.

Bung Tomo tampil sebagai orator. Dalam pidato Bung Tomo berusaha membakar semangat arek-arek Surabaya untuk berjuang melawan tentara inggris dan NICA Belanda.

Kehidupan Setelah Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bung Tomo sempat menghilang dari dunia perpolitikan. Beliau merasa tidak bahagia terjun di dunia politik. Hingga pada akhir masa pemerintahan Ir Soekarno. Yang juga menjadi awal masa pemerintahan Soeharto. Bung Tomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.

Tepatnya pada awal tahun 1970, beliau kembali dan mempunyai pandangan yang berbeda dengan pemerintahan orde baru. Bung Tomo berusaha menyampaikan kritik-kritik keras terhadap program yang dijalankan soeharto.

Hingga pada tanggal 11 april 1978, beliau akhirnya ditahan pemerintah indonesia. Dan baru dibebaskan Soeharto setelah setahun penahanan.

Akhir Hidup 

Bung Tomo meninggal pada tanggal 7 oktober 1981 di Padang Arafah. Tepatnya saat beliau tengah menunaikan ibadah haji. Jika umumnya para jamaah akan memakamkan orang yang telah meninggal di tanah suci.

Keluarga lebih memilih membawa jenazah Bung Tomo kembali ke Indonesia dan memakamkannya di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya. Bung Tomo, meskipun beliau telah tiada, namun sejarah telah mencatatnya sebagai pahlawan negeri ini.

Semoga semakin banyak generasi muda yang makin menghargai jasa para pahlawan setelah mengetahui biografi Bung Tomo diatas.

Biografi Bill Gates

Biografi Bill Gates – Bill Gates, mungkin nama itu sudah tidak asing lagi di telinga anda. Hal itu dikarenakan Bill Gates termasuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia lewat karyanya yang sering kita gunakan. Bill Gates merupakan pendiri Microsoft yang pastinya sudah tidak asing dalam kehidupan anda.

Bill Gates bisa dikatakan sebagai pengusaha sukses yang dijadikan acuan oleh banyak pengusaha pada saat ini. Kisah hidupnya yang sungguh menginspirasi mampu dijadikan motivasi ampuh bagi siapa saja yang ingin sukses.

Selain itu, kata kata dari Bill Gates juga mampu mengobarkan semangat perjuangan. Berikut adalah biografi Bill Gates, seorang pengusaha yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Bill Gates dan Keluarganya

Bill Gates terlahir di Washington, Amerika pada tanggal 28 Oktober 1955. Bill Gates dikaruniai 3 orang anak dari istrinya yang bernama Melinda Gates. Keluarga Bill Gates termasuk golongan menengah ke atas.

Biografi Bill Gates
Gambar: beritahati.com

Ayahnya yang bernama William H Gates merupakan seorang pengacara ternama. Sementara sang ibu yang bernama Mary Maxwell Gates adalah anggota dewan di Firs Interstate Banc System.

Bill Gates dikaruniai tiga orang anak dengan dua anak perempuan dan satu anak laki laki. Anak Bill Gates yang pertama bernama Jennifer Katharine Gates yang merupakan mahasiswi Stanford University mengambil jurusan biologi.

Dibandingkan adik adiknya, Jennifer jauh lebih terkenal karena aktif di sosial media dan sering ikut sang ayah saat talkshow. Anak kedua yang bernama Rory John Gates dan yang ketiga bernama Phoebe Adele Gates lebih tertutup karena dijaga oleh sang ayah.

Pendapat Bill Gates Tentang Tuhan

Anda tentu penasaran, apakah tokoh se-sukses Bill Gates percaya akan adanya Tuhan. Bahkan setidaknya menganut kepercayaan agama tertentu. Tidak jarang, tokoh dunia yang mempunyai pencapaian tinggi justru mengakui secara terang – terangan bahwa dirinya seorang Atheis.

Namun hal ini tidak ditemui pada sosok seorang Bill Gates.

Agama Bill Gates kemungkinan adalah Kristen atau Katolik. Hal ini sesuai dengan keterangannya saat ditanya masalah Tuhan. Bill Gates mengungkapkan bahwa sistem agama memang hal yang sangat penting. Itulah mengapa ia dan keluarganya pergi ke gereja.

Latar Belakang Bill Gates 

Gates sudah tertarik dengan komputer sejak ia masih anak anak, yaitu sekitar usia 13 tahun. Perjumpaan pertamanya dengan komputer adalah saat Mother Club yang berada di Lakeside School (Sekolah Bill Gates) membeli komputer.

Biografi Bill Gates Lengkap
Gambar: fortune.com

Beberapa komputer yang dibeli berjenis General Electric (GE) dengan sebuah terminal, yaitu Teletype Model 33 ASR. Bill Gates kecil mulai tertarik dengan kemampuan komputer dalam meng-eksekusi kode dan juga tertarik dengan perangkat lunak.

Bill Gates mulai mempelajari sistem komputer, seperti sistem mini komputer DEC PDP yang merupakan milik CCC atau Computer Center Corporation. Bersama 3 orang temannya, Bill Gates pun mulai mengeksploitasi bug di sistem operasi.

Tapi mereka akhirnya ketahuan dan dilarang mengakses sistem oleh pihak CCC saat musim panas. Setelah hukuman mereka berakhir, pihak CCC memberikan tawaran agar mereka menemukan bug lain pada perangkat lunak CCC.

Project Pertama Bill Gates 

Di CCC ini, Bill Gates serta tiga orang temannya, yaitu Paul Allen, Ric Welland, dan Kent Evans mempelajari beberapa program. Salah satu program yang dipelajari mereka merupakan bahasa FORTAN dan LISP. Bill Gates dan teman temannya di CCC hingga perusahaan itu tutup yang disebabkan mengalami kebangkrutan.

Pada tahun selanjutnya mereka dipekerjakan oleh pihak Information Sciences untuk membuat program gaji yang ditulis dengan bahasa COBOL. Selain itu pihak sekolahnya pun meminta Bill Gates untuk membuatkan program pengaturan jadwal.

Bill Gates dan juga Paul Allen kemudian mendirikan Traf-O-Data ketika berusia 17 tahun. Traf-O-Data ini hanya fokus di sistem perhitungan lalu lintas dengan menggunakan prosesor Intel 8008.

Setelah lulus sekolah pada tahun 1973, Bill Gates meneruskan pendidikannya ke Harvard College. Di sanalah dia bertemu dengan Steve Ballmer yang suatu saat menjadi CEO Microsoft menggantikan Bill Gates.

Di Harvard ini Bill Gates merancang sebuah solusi untuk serentetan masalah yang belum terpecahkan berupa algoritme. Solusi yang diberikan Bill Gates akhirnya memegang rekor tercepat selama kurun waktu 30 tahun.

Awal Mula Berdirinya Microsoft

Pada tahun 1975, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems) meluncurkan Altair 8800 dengan basis CPU intel 8080. Hal ini dipandang sebagai sebuah peluang besar oleh Bill Gates dan ia pun tidak menyia-nyiakannya.

Biografi Bill Gates Singkat
Gambar : esquire.com

Bill Gates segera menghubungi pihak MITS dengan mengatakan bahwa dia beserta teman temannya tengah mengerjakan penerjemah untuk BASIC. Sebenarnya Bill Gates pada saat itu belum mengerjakan kode BASIC dan melakukan itu hanya agar pihak MITS tertarik.

Presiden MITS menanggapi hal tersebut dan berencana untuk menemui Bill Gates beserta teman temannya. Mereka pun mula mengembangkan sebuah emulator Altair lalu mengerjakan penerjemah kode BASIC.

Karena hal ini mereka dipekerjakan di MITS, sehingga membuat Bill Gates memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Bersama Allen, Gates kemudian mendirikan perusahaan kemitraan yang diberi nama “Micro-Soft”.

Satu tahun kemudian tanda penghubung pada nama perusahaannya dihilangkan. Tanggal 26 November 1976 Microsoft didaftarkan ke Kementerian Luar Negri di New Mexico. Microsoft pun mulai dikenal masyarakat luas, terutama oleh penggemar komputer.

Namun, salinan pra pasarnya bocor dan meluas dikalangan masyarakat. Menanggapi hal tersebut Bill Gates menuliskan surat berita ke MITS yang berisi sebuah keterangan.

Keterangan tersebut adalah bahwa MITS tidak diperbolehkan mempertahankan, mendistribusikan maupun memproduksi perangkat lunak dengan kualitas tinggi tanpa bayar. Dengan demikian, Microsoft telah berdiri sendiri dan terlepas dari MITS.

Seberapa Banyak Kekayaan Bill Gates?

Bill Gates merupakan pengusaha yang berhasil meraih kesuksesan besar. Hal itu menjadikannya orang terkaya di dunia. Biografi Bill Gates pun banyak dipelajari oleh para pengusaha karena kisah hidupnya memang inspiratif.

Bill Gates tak serta merta menjadi orang terkaya di dunia, karena dia melalui perjuangan panjang dan berat. Bahkan ada yang mengatakan Bill Gates hanya tidur 8 jam dalam seminggu saat dia tengah mengerjakan Windows.

Karena kerja kerasnya itu Microsoft dikenal masyarakat luas dan disukai oleh banyak pengguna. Popularitas Microsoft meningkat tajam karena kualitasnya yang memang sesuai kebutuhan dan mampu menyelesaikan masalah.

Karenanya kekayaan Bill Gates mencapai hingga 92.4 miliar dolar atau setara dengan 1.283 triliun rupiah.

Jika dihitung, maka Bill Gates mempunyai penghasilan sekitar 250 dolar setiap detiknya. Jadi Bill Gates tidak perlu khawatir saat dia menjatuhkan uang sebesar 1.000 dolar karena mampu dikembalikan dalam waktu 4 detik.

Bill Gates diperkirakan mampu melunasi utang Amerika Serikat yang berjumlah 5,62 triliun dolar dalam kurun waktu 10 tahun. Bahkan Bill Gates mampu menyumbangkan 15 dolar kepada setiap orang di seluruh dunia dan tetap menyisakan sekira 5 juta dolar untuk dirinya sendiri.

Bill Gates Orang Terkaya yang Dermawan

Walau mempunyai kekayaan yang luar biasa, namun Bill Gates tetap rendah hati dan terkenal sebagai orang yang dermawan. Lewat sebuah yayasan yang didirikannya yang bernama Bill & Melinda Gates, dia telah banyak membantu berbagai permasalahan.

Mulai dari kemiskinan, kesehatan, hingga pendidikan di kawasan Afrika dan Asia. Bahkan yayasan ini telah menyumbangkan uang mencapai 37,1 miliar dolar.

Kisah Bill Gates telah mengajari kita bagaimana seharusnya sikap kita dalam mencapai tujuan, yaitu kesuksesan. Bill Gates juga memberi pelajaran tentang mempergunakan harta yang kita punya untuk menolong sesama.

Dan masih ada beberapa pelajaran berharga lainnya yang dapat anda temukan dari biografi Bill Gates, sang pendiri Microsoft yang dermawan.

Biografi Tere Liye

Biografi Tere LiyeBagi pecinta Novel tentu tidak asing dengan penulis kenamaan Tere Liye. Salah satu penulis Indonesia yang buku-bukunya selalu menjadi best sellerdi pasaran. Bahkan beberapa bukunya sudah difilmkan.

Siapa sangka, dahulu untuk menerbitkan bukunya saja, Tere Liye harus merasakan banyak penolakan dari penerbit. Jika anda mengetahui biografi Tere Liye, tentu anda bisa memahami sebanyak apa pengorbanan beliau sebelum se-sukses sekarang.

Latar Belakang

Lahir di Lahat, Lampung pada 21 Mei 1979 dengan nama asli Darwis. Merupakan anak dari pasangan petani sederhana yang tumbuh dan dewasa di pedalaman Sumatera. Memilik ayah bernama Pasai dan Ibu bernama Nursam.

Biografi Tere Liye
Gambar : idntimes.com

Tere Liye sendiri merupakan anak keenam dari 7 bersaudara. Sejak kecil Tere Liye telah bersahabat dengan kesederhanaan. Menjadikannya sosok yang bersahaja. Hal tersebut terlihat dari kehidupannya yang sederhana dan selalu rendah hati.

Tere Liye menempuh pendidikan pertama di SD Negeri 2 Kikim. Dan melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 2 Kikim yang masih berlokasi di kabupaten Lahat.

Sedangkan ketika menempuh sekolah menengah atas, Tere Liye memilih melanjutkan di SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Kemudian Tere Liye melanjutkan pendidikan-nya di fakultas ekonomi Universitas Indonesia.

Tere Liye memiliki Istri bernama Riski Amelia. Lahir dari pasangan ini, anak laki-laki bernama Abdullah Pasai dan anak perempuan bernama Faizah Azkia.

Makna Nama Pena Darwis

Jika anda adalah penggemar Novel, tentu sudah tidak asing lagi dengan beberapa Novel best seller dimana authornya yang terpampang di sampul Novel tersebut adalah Tere Liye. Tere Liye sendiri merupakan nama pena yang disematkan oleh Darwis di setiap buku-bukunya.

Biografi Tere Liye Lengkap
Gambar : rosasusan.com

Menurut Darwis Tere Liye, nama pena Tere Liye berasal dari bahasa India. Dimana nama tersebut ter inspirasi dari judul lagu film india “Veer Zaara”. Para pembaca pun mungkin sempat mengira, penulis Novel bernama Tere Liye ini memang berasal dari India.

Buku – Buku Tere Liye

Darwis Tere Liye telah menghasilkan lebih dari 30 buku yang sudah diterbitkan dan tersebar di berbagai toko buku di Indonesia. Diantaranya adalah :

  • Hafalan Sholat Delisa (2005),
  • The Gogons : James & The Incredible Insident (2006),
  • Rembulan Tenggelam di wajahmu (2006),
  • Moga Bunda di Sayang Allah (2006),
  • Kisah Sang Penandai (2006),
  • Bidadari-Bidadari Surga (2008),
  • Senja Bersama Rosie (2008),
  • Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010),
  • Pukat (2010),
  • Sepotong Hati Yang Baru (2010),
  • Eliana (2011),
  • Ayahku Bukan Pembohong (2011),
  • Kau Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2012),
  • Berjuta Rasanya (2012),
  • Amelia (2013),
  • Bumi (2014),
  • Burlian (2014),
  • Dikatakan atau tidak dikatakan itu Tetap Cinta (2014),
  • Bulan (2015),
  • About Love (2015),
  • Pulang (2015),
  • Tentang Kamu (2016),
  • Matahari (2016)
  • Hujan (2016),
  • Bintang (2017),
  • About Love (2017),
  • About Friends (2017),
  • Harga Sebuah Percaya (2018),
  • Ceros & Batozar (2018),
  • Komet (2018),
  • Pergi (2018).

Karya Terbaru

Dan yang paling baru, menambah jumlah buku karya Tere Liye berjudul “Si Anak Cahaya”. Yang dirilis pada tanggal 22 Desember 2018 kemarin. Tersedia di toko buku besar di pulau jawa. Dan akan di distribusikan di luar jawa pada Januari tahun ini.

Di akhir September tahun 2017, tersiar kabar bahwa Tere Liye telah memutuskan untuk menghentikan menerbitkan buku-bukunya lagi. Hal tersebut dilakukan karena menurut Tere Liye, adanya ketidakadilan perlakukan pajak yang dibebankan kepada para profesi penulis.

Seperti yang tercantum dalam postingan di laman facebooknya. Namun, penggemar Novel Tere Liye tidak perlu khawatir, karena di tahun 2018 lalu Tere Liye telah kembali untuk meramaikan jagat literasi di Indonesia dan akan menelurkan empat buku terbarunya.

Agar pembaca setia buku-buku Tere Liye tidak ketinggalan infonya bisa langsung ikuti Laman Facebook Tere Liye

Perjalanan Karir

Perjalanan karir menulis Darwis Tere Liye bukanlah perjalanan yang mudah dan mulus. Selama menjalani profesi menulisnya selama lebih dari 12 tahun dan menerbitkan kurang lebih 30 buku karyanya. Tidak sedikit aral melintang.

Biografi Tere Liye Singkat
Gambar : ugetuget.com

Salah satu buku karya Tere Liye yang berjudul “Hafalan Shalat Delisa” yang pernah difilmkan. Dahulu, pernah di tolak oleh sebuah penerbit. Karena dianggap tidak akan laku di pasaran. Namun, takdir berkata lain. Bahkan buku Novel tersebut menyabet predikat best seller.

Selain ditolak oleh penerbit, beberapa Novel karya Darwis Tere Liye tidak laku di pasaran. Karena menurut Darwis Tere Liye Novel tersebut salah judul. Namun, setelah fase salah judul tersebut, justru Tere Liye semakin di kenal banyak orang.

Penghargaan Sebagai Novelis

Buku-buku karya Tere Liye sendiri telah menyabet berbagai penghargaan. Salah satunya adalah buku dengan judul Rindu yang mendapat penghargaan dalam Islamic Book Award Tahun 2015 pada kategori fiksi dewasa.Kemudian, beberapa buku karyanya yang masuk dalam best seller. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Novel Sequel Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang

Novel Bumi sendiri terbit pada tahun 2014. Merupakan sequel pertama dari beberapa seri yang berisi tentang science fiction. Kemudian di susul seri berikutnya yaitu bulan di tahun 2015, matahari 2016 dan bintang pada tahun 2017.

Novel matahari yang merupakan sequel ke tiga dari Novel bumi ini memiliki tebal sebanyak 400 halaman. Mendapatkan skor 4,3 di goodreads. Merupakan skor yang tergolong memuaskan. Sedangkan Novel bintang serial bumi yang ke empat memperoleh skor 4,32 di googreads.

  1. Novel Hujan

Novel Hujan terbitan GPU ini mendapat respon yang luar biasa dipasaran. Bahkan penerbit telah mencetak ulang sebanyak lebih 20 kali. Sehingga Novel huja ini meraih predikat sebagai Novel best seller.

Novel ini dirilis pada januari 2016 yang menceritakan tentang cinta, perahabatan, perpisahan dan hujan itu sendiri.

  1. Novel Pulang

Salah satu Novel populer lainnya yang banyak di cari adalah Novel dengan judul Pulang. Memiliki tebal sebanyak 400 halaman ini dirilis pada tahun 2015. Menempati skor 4,33 di goodreads.

  1. Novel Hafalan Shalat Delisa

Inilah Novel yang memiliki kisah unik. Novel yang bercerita dengan latar bencana tsunami di Aceh silam. Mengisahkan tentang seorang anak yang menjadi korban tsunami. Uniknya, Novel inilah yang pernah ditolak oleh penerbit karena takut tidak laku.

Dan yang terjadi adalah sebaliknya. Novel ini laku keras di pasaran. Dan dijadikan sebuah film. Keunikan lainnya adalah belum selesainya Novel ini, dikarenakan penulis sudah tidak ada ide lagi. Akhirnya Novel ini diakhiri dengan kalimat TAMAT tepat di angka 50.000 kata.

  1. Novel Tentang Kamu

Jika sekilas kita membaca judul tersebut, tentu kita akan berfikir bahwa buku tersebut berisi tentang roman picisan. Padahal di dalamnya bercerita tentang perjalanan seorang pemuda yang bekerja di sebuah firma hukum yang berada di luar negeri.

Yang kemudian mendapatkan klien orang indonesia. Di mulai dari persahabatan hingga penghianatan. Tulisan-tulisan di dalamnya sangat mengalir dan terlihat begitu nyata.

Novel dengan tebal 524 halaman ini mendapatkan skor 4,51 di goodreads.

Dan tentu saja masih ada beberapa buku best sellerkarya Tere Liye lainnya. Penghargaan terbaru yang di raih oleh Darwis Tere Liye dibidang literasi adalah kategori Writer Of The Year dari IKAPI pada tahun 2016.

Atas kegigihan dan produktifitasnya dalam dalam menerbitkan sejumlah buku dan beberapa buku diantaranya meraih predikat best seller.

Itulah sekilas biografi Tere Liye. Penulis yang terkenal misterius karena jarang sekali biografi-nya di dapatkan dari media. Dan jika anda mengamati, dari setiap Novel beliau tidak mencantumkan identitas bahkan foto nya.

Biografi Najwa Shihab

Biografi Najwa Shihab – Banyaknya yang mencari tahu biografi Najwa Shihab tentu tidak terlepas dari popularitas serta kesuksesan beliau di dunia jurnalistik. Najwa Shihab merupakan salah seorang jurnalis terkenal yang memiliki kecerdasan yang mengagumkan.

Jurnalis cantik yang dipanggil Nana ini mengalami kenaikan karir pada saat dia menjadi pembawa acara bincang bincang di Metro TV.

Pada acara yang diberi nama Mata Najwa ini, nama Najwa Shihab mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Karena pada acara tersebut Najwa sering mengajukan pertanyaan cerdas kepada narasumber yang kebanyakan merupakan politisi Indonesia.

Kesuksesan yang diraih oleh Najwa Shihab tidaklah instan, sekalipun ia menyandang nama Shihab. Perjalanan karirnya begitu panjang sebelum sesukses sekarang. Najwa mulai merintis karir kejurnalistiknya mula pada tahun 2001 lewat salah satu stasiun TV nasional.

Untuk lebih jelasnya simaklah biografi Najwa Shihab berikut ini.

Latar Belakang

Najwa Shihab lahir pada tanggal 16 September pada tahun 1977 di Makssar dan merupakan anak kedua dari Quraish Shihab. Ayah Najwa Shihab, yatu Quraish Shihab merupakan mentri agama pada masa Kabinet Pembangunan VII.

Biografi Najwa Shihab
Gambar : nasional.tempo.co

Sementara itu ibu Najwa Shihab bernama Fatmawati Assegaf.  Sementara itu saudara kandung Najwa Shihab bernama Najeela Shihab, Nahla Shihab, Nasywa Shihab, dan Ahmad Shihab.

Suami dari Najwa Shihab bernama Ibrahim Sjarief Assegaf mempunyai selisih usia sekitar 6 tahun. Keduanya menikah pada tahun 1997 dan pada saat itu, mbak Nana masih berusia 20 tahun.

Kisah cintanya dimula saat Najwa masih berstatus Mahasiswa Baru di Universitas Indonesia, tepatnya di Fakultas Hukum. Sementara Ibrahim saat itu sebagai mahasiswa senior. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang putra yang diberi nama Izzat Ibrahim

Perjalanan Karir

Biografi Najwa Shihab selanjutnya adalah perjalanan karir dimuai dari tahun 2001 saat dia mulai bergambung dengan menjadi jurnalis di Metro TV. Karirnya mulai naik dari akhir tahun 2004, tepatnya pada saat peristiwa tragedi tsunami Aceh.

Najwa berhasil sampai di Aceh hari hari awal pasca tsunami, sehingga dia melihat jelas kekacauan yang begitu mengerikan. Najwa berdiri di tengah kota yang porak poranda dengan mayat yang tergeletak di mana mana dan tak terurus.

Saat itu, putri Quraish Shihab tersebut melihat betapa tidak siapnya pemerintah dalam menghadapi bencana ini. :Laporannya yang langsung dari lokasi kejadianpun mengandung emosi yang begitu mendalam.

Karena laporannya ini, Najwa memperoleh penghargaan dari PWI Jaya serta PWI Pusat pada tahun 2005. Liputan yang dilakukannya dinilai ikut berperan dalam menyebarkan informasi yang mengundang kepedulian serta empati dari masyarakat luas.

Penghargaan yang Diraih

Setelah pada tahun 2005 Najwa Shihab memperoleh award dari PWI pusat, prestasi nampaknya terus saja beliau raih. Pada tahun berikutnya, yaitu pada 2006, putri kedua dari Quraish Shihab ini terpilih menjadi Jurnalis Terbak dari Metro Tv, serta masuk dalam nominasi Pembaca Berita Terbaik.

Nominasi tersebut didapatkannya dari sebuah acara penhargaan dari Panasonic Award. Pada tahun ini pula ia terpilih ke dalam peserta Senior Journalist Seminar bersama beberapa wartawan lain dari beberapa negara.

Selain itu Najwa Shihab juga menjadi pembicara dalam sebuah acara besar, yaitu acara Konvensi Asian American Journalist Association.

Biografi Najwa Shihab Singkat
Gambar : merdeka.com

Satu tahun berikutnya, Najwa Shihab masuk ke dalam nominasi Best Current Affairs/Talk Show Presenter pada ajang Asian Television Awards. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan kualitas seorang Najwa Shihab tidak hanya datang dari masyarakat Indonesia saja, tapi juga dari Asia.

Penentuan pemenang pada ajang penghargaan TV Asia tersebut ditentukan oleh juri yang terdiri dari TV Broadcaster senior yang berasal dari beberapa negara.

Najwa Shihab pernah memandu sebuah acara yang cukup berkesan bagi masyarakat Indonesia pada saat itu. Acara tersebut adalah debat calon Gubernur DKI Jakarta yang mempertemukan paslon Fauzi Bowo dan Priyatno dengan paslon Adang Daradjatun dan Dani Anwar.

Penyelenggara acara debat itu adalah KPUD Prov DKI Jakarta dan acara tersebut disiarkan langsung oleh Metro Tv. Najwa Shihab bersaing dengan beberapa pembawa acara lain hingga ia terpilih menjadi pemandu debat setelah menyisihkan para pesaingnya.

Tahun 2008, Najwa terbang menuju Australia guna memperdalam ilmunya dibidang jurnalistik serta dibidang Tv Broadcast. Disana ia memperdalam wawasannya tentang masalah hukum media. Tahun 2010, Najwa Shihab kembali memperoleh nominasi Presenter Berita Terbaik dalam ajang penghargaan Panasonic Award. Walaupun pada akhirnya ia tidak terpilih menjadi pemenang dari penghargaan tersebut.

Duta Pustaka Bergerak

Najwa Shihab telah terpilih menjadi Duta Baca Indonesa untuk periode 2016-2020 oleh Perpustakaan Nasional. Visi yang diembannya adalah menyebarkan minat membaca di seluruh Indonesia.

Sehingga seluruh masyarakat, terutama pemuda yang bahkan berada di pelosok pelosok negri ini mempunyai minat baca yang bagus. Hal itu merupakan tantangan yang cukup besar bagi Najwa Shihab, mengingat bahwa tingkat minat baca di negri ini masih tergolong rendah.

Selain sebagai Duta Baca, Najwa Shihab juga ditunjuk menjadi Duta Pustaka Bergerak. Tugas besarnya adalah membangun perpustakaan bergerak di seluruh wilayah Indonesia sehingga sarana dan prasarana untuk membaca bisa dijangkau masyarakat.

Ada yang menyebarkan buku menggunakan sepeda, kuda, perahu, dan beberapa kendaraan lainnya. Intinyan tugas Najwa Shihab adalah meningkatkan minat masyarakat dalam membaca serta menyebarkan bahan bacaan ke seluruh pelosok Indonesia.

Karakter Najwa Shihab 

Karakter Najwa Shihab paling menonjol adalah cerdas. Hal ini dapat anda lihat dari rangkaian kalimat yang digunakan untuk bertanya pada narasumbernya yang kebanyakan adalah politisi.

Pertanyaan cerdas dari Najwa Shihab seringkali membuat narasumber nya seperti kualahan dalam menjawab. Hal ini patut dicontoh, bahwa perempuan juga perlu berpendidikan tinggi hingga memiliki kecerdasan tinggi.

Selain cerdas, Najwa Shihab juga dikenal karena keberaniannya yang kerap ia tunjukkan dalam acara Mata Najwa. Ia berani mengorek berbagai informasi dari para politisi yang kerap kali disembunyikan dari masyarakat Indonesia.

Biografi Najwa Shihab Lengkap
Gambar : timesindonesia.com

Bahkan, keberanian luar biasa ditunjukkannya saat berkunjung dan melakukan siaran langsung di Lapas Sukamiskin. Hal ini mengajarkan kepada kita semua untuk tidak takut untuk mengungkap sebuah kebenaran.

Karakter tegas juga dimiliki oleh jurnalis cerdas yang satu ini. Ketika tengah mewawancarai narasumbernya, Najwa selalu menginginkan sang narasumber menjawab pertanyaannya dengan tepat.

Jika jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan pertanyaan atau harapannya, biasanya dengan tegas Nana akan mengulangi pertanyaannya lagi. Ketegasan ini yang kerap kali membuat banyak narasumbernya kebingungan dalam menjawab.

Kepeduliannya terhadap dunia literasi mendorong Najwa Shihab mendatangi berbaga daerah di Indonesia, bahkan hingga pelosok. Hal itu dilakukan guna menyebarkan minat baca kepada seluruh lapisan dan kalangan masyarakat Indonesia.

Hal itu menunjukkan jika Najwa Shihab mempunyai karakter sosial yang baik terhadap semua lapisan dan kalangan. Tak ayal jika hal ini membuatnya kian dicintai oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Sisi Lain Najwa Shihab

Meskipun seringkali terlihat tegas dan mungkin ada yang mengatakan terlihat galak, namun Najwa Shihab sebenarnya adalah sosok yang penyabar. Hal ini terlihat saat ia kehilangan anak keduanya yang meninggal setelah dilahirkan prematur.

Bayi yang ditunggunya itu hanya hidup di dunia ini selama empat jam saja. Ketegarannya yang satu ini patut kita contoh. Kecintaan nya kepada dunia literasi juga seakan akan mengajak kita untuk lebih mencintai baca dan menulis.

Kerja keras yang dilakukan tidak pernah sia sia dan pasti akan menemui hasilnya pada saatnya nanti. Itulah yang ditunjukkan dari biografi Najwa Shihab, sesosok jurnalis cerdas yang dimiliki Indonesia.