Biografi Pahlawan

Biografi Soekarno

Biografi Soekarno – Ir Soekarno merupakan tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Tidak heran karena jasanya, Ir Soekarno mendapatkan sebutan sebagai bapak proklamator Indonesia.

Yang memang pada tempo dulu, pidato yang beliau sampaikan mampu menginspirasi dan membakar semangat anak-anak muda di masa itu. Tentu sebelum menjadi tokoh proklamator, Ir Soekarno telah melalui banyak perjuangan selama hidup beliau.

Dan kini sebagai penerus bangsa yang baik, sudah sepatutnya kita untuk mencontoh sikap dan perjuangan beliau. Salah satunya dengan cara mengetahui biografi Soekarno kemudian menyerap pelajaran-pelajaran serta sikap baik beliau.

Berikut ini biografi Soekarno secara lengkap mulai dari kelahiran, riwayat pendidikan serta lika liku sepak terjang politik beliau.

Latar Belakang & Masa Kecil 

Ir Soekarno merupakan tokoh proklamator Indonesia yang juga menjadi presiden pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Beliau lahir di kota Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901. Dan memiliki nama asli Koesno Sosrodihardjo.

Biografi Soekarno
Gambar :historia.id

Kemudian Soekarno meninggal pada tanggal 21 juni 1970 di kota Jakarta. Tidak banyak yang mengetahui nama asli Soekarno yakni Kusno Sosrodihardjo. Beliau ini menganut agama islam serta meniti karir sebagai insinyur serta tokoh politik.

Sejak kecil, putra dari raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ayu Nyoman Rai ini dikenal sebagai anak yang cerdas. Pada masa kecilnya saja, soekarno mampu menguasai beberapa bahasa. Sehingga kecerdasan beliau begitu terkenal di mata dunia.

Masa kecil Ir Soekarno dengan orang tuanya di Blitar. Tepatnya di kota Surabaya. Bisa dibilang tidak berlangsung lama. Karena setelahnya, Ir Soekarno ikut tinggal bersama kakeknya yang memiliki nama Raden Hardjoko di Tulung agung, Jawa Timur.

Namun meskipun sempat bersekolah di sana sebentar, akhirnya Ir Soekarno kembali ikut kedua orang tuanya ke Mojokerto.

Riwayat Pendidikan

Pada point ini, artikel ini akan membahas mengenai pendidikan Ir Soekarno. Pada masa kecilnya, Ayah Ir Soekarno yang merupakan seorang guru bahasa jawa menyekolahkan beliau du tempat ayahnya mengajar.

Tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1911, Ir Soekarno dipindahkan ayahnya ke sekolah ELS atau europeesche Lagere School.

Pemindahan sekolah Ir Soekarno sendiri cukup beralasan, yaitu agar nantinya soekarno bisa dengan mudah masuk ke Hogere Berger School atau HBS yang berada di Surabaya. Pada pendidikan selanjutnya, tepatnya setelah Ir Soekarno lulus dari sekolah hogere burger school atau HBS pada tahun 1915.

Ir Soekarno tinggal bersama teman dari ayah soekarno, yaitu Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau yang lebih dikenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto yang merupakan pendiri serikat Islam.

Bisa dibilang di rumah Cokroaminotolah, soekarno yang pada waktu itu masih muda mulai belajar mengenai dunia politik. Tidak hanya itu, Ir Soekarno juga mulai belajar berpidato. Kemudian mempraktikkan ilmu pidato tersebut dengan cara berpidato di depan cermin dalam kamar beliau.

Di sekolah Hogere Burger School atau HBS pun, bisa dibilang Ir Soekarno mendapatkan banyak sekali ilmu yang mencakup banyak hal. Meskipun begitu, setelah kelulusan Soekarno dari hogere burger school di tahun 1921. Ir Soekarno kembali melanjutkan sekolahnya ke kota Bandung.

Pada masa itu, dari rumah Cokroaminoto. Ir Soekarno berpindah dan tinggal bersama Haji Sanusi. Untuk melanjutkan sekolahnya ke Thchnische Hooge School atau THS. Dan mengambil jurusan teknik sipil yang pada masa itu namanya telah berganti menjadi ITB.

Dan pendidikan Ir Soekarno berakhir pada tanggal 25 Mei 1926 tepatnya setelah beliau lulus dan berhasil mendapatkan gelar insinyur atau Ir.

Perjalanan Soekarno

Mari melanjutkan perjalanan biografi soekarno pada masa pergerakan nasional. Kisah soekarno pada masa pergerakan nasional di mulai pada tahun 1926. Pada masa itu, soekarno yang usianya masih tergolong muda mendirikan Algemene Studie Club di Bandung.

Biografi Soekarno Singkat
Gambar : nu.or.id

Oraganisasi inilah yang seiring perkembangannya menjadi awal mula berdirinya partai nasional Indonesia tepatnya pada tahun 1927.

Setelah pendirian tersebut. Ir Soekarno mulai melakukan aktivitas-aktivitas di partai nasional indonesia. Hingga akhirnya berujung pada penangkapan beliau oleh belanda pada desember tahun 1929.

Yang kemudian pada saat itu memunculkan pledoi fenomenal yaitu Indonesia Menggugat. Dan Ir Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 desember 1931.

Pengasingan ke Flores

Pada bulan juli 1932, Ir Soekarno kembali bergabung dengan partai Indonesia atau Partindo yang merupakan pecahan dari partai nasional indonesia. Tindakannya kali ini, juga kembali membuat dirinya ditangkap dan diasingkan ke Flores pada bulan Agustus tahun 1933.

Karena kondisi tersebut, keberadaan Ir Soekarno hampir dilupakan oleh para tokoh nasional. Hal tersebut disebabkan karena letak lokasi pengasingan soekarno sangat jauh. Namun meskipun begitu, semangat beliau tidak pernah padam.

Ir Soekarno tidak begitu saja menyerah dengan keadaannya. Hal itu sangat terlihat dari setiap surat yang beliau tulis kepada Ahmad Hassan yang merupakan guru persatuan islam. Padahal pengasingan tersebut berlangsung cukup lama.

Karena setelah menjalani pengasingan di flores. Pada tahun 1938 pengasingan Ir Soekarno di pindahkan ke provinsi Bengkulu. Baru setelah tahun 1942 tepatnya pada masa penjajahan jepang, Ir Soekarno berhasil dibebaskan.

Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Ir Soekarno mulai diangkat sebagai presiden republik Indonesia Serikat. Tepatnya setelah pemerintah belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Bersama Mohammad Hatta sebagai perdana mentrinya.

Biografi Soekarno Lengkap
Gambar : merdeka.com

Sayangnya, pengangkatan tersebut tidak berlangsung lama. Karena setelah itu, presiden republik Indonesia di ganti oleh Mr Assaat.

Pada masa itu, susunan pemerintahan Indonesia memang belum stabil. Oleh karenanya, pemerintah yang sebelumnya di kenal sebagai RI Jawa-Yogya. Kembali dirubah menjadi republik indonesia dengan Ir Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

Indonesia yang memang beberapa kali mengalami jatuh bangun kabinet membuat presiden soekarno menjadi kurang percaya pada sistem multi partai. Bahkan menyebut hal itu sebagai penyakit kepartaian.

Tidak sampai di situ. Pada masa itu, di dunia internasional presiden soekarno juga banyak memberikan gagasan. Adapun hal tersebut dilakukan tidak lain karena keprihatian beliau pada nasib bangsa di Asia Afrika yang belum merdeka. Dan juga belum memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri.

Dari keprihatinan tersebut, akhirnya pada tahun 1955 Ir Soekarno mengambil tindakan dengan mengadakan konferensi asia afrika di bandung. Dalam konferensi itulah, para pemimin negara kemudian membocorkan berbagai permasalahan mereka.

Mulai dari ketimpangan, ketidak adilan badan internasional dalam menyelesaikan masalah, rasa khawatir akan kemunculan perang nuklir, dan permasalah lain yang tengah terjadi pada masa itu.

Hasilnya, konferensi asia afrika yang diadakan Ir Soekarno bersama presiden Gamal Abdel Nasser (mesir), U Nu (Birma), Josip Broz Tito (Yugoslavia), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan) dan Jawaharlal Nehru (India) membuahkan gerakan Non Blok.

Dan berimbas positif pada banyak negara di kawasan asia dan afrika yang akhirnya mendapatkan kemerdekaan.

 

Biografi Cut Nyak Dien

Biografi Cut Nyak Dien – Meskipun seorang perempuan, Cut Nyak Dien termasuk salah satu pahlawan nasional wanita yang begitu berjasa bagi Indonesia. Beliau termasuk sosok yang berani.

Tanpa takut, Cut Nyak Dien menghadapi dan melawan belanda pada masa perang aceh. Dan rela mengorbankan nyawanya untuk membela kaum dan negara Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh pahlawan wanita yang memiliki sikap tangguh dan berani dari aceh ini. Berikut biografi Cut Nyak Dien beserta uraian kisah lengkapnya secara lengkap.

Latar Belakang & Keluarga Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien kita ketahui sebagai salah satu pahlawan perempuan dari Aceh yang berjuang melawan kolonial Belanda. Beliau lahir pada tahun 1848 dari keluarga bangsawan agamis atau taat agama di Aceh Besar.

Biografi Cut Nyak Dien Singkat
Gambar: idntimes.com

Dari sejarah biografi Cut Nyak Dien,diketahui bahwa beliau merupakan keturunan langsung Sultan Aceh. Tempat kelahiran Cut Nyak Dien berada di Lampadang, Aceh. Semasa hidup beliau menikah dua kali. Yang pertama dengan Teuku Nantan Seutia dan kedua kalinya dengan Teuku Umar.

Keturunan bangsawan itu sendiri diambil dari garis ayah cut nyak dien yaitu Teuku Nantan Seutia. Teuku Nantan Seutia merupakan seorang uleebalang VI Mukim yang berasal dari keturunan Datuk Makhdum Sati, seorang perantau dari Minangkabau.

Datuk Makhmud Sati sendiri merupakan keturunan Laksamana Muda Nantan. Yang pada zaman Sultan Iskandar Muda menjadi perwakilan kesultanan aceh di Pariaman.Sedangkan Ibu Cut Nyak Dien merupakan putri uleebalang Lampageu.

Masa kecil cut nyak dien terbilang cukup singkat. Hal itu disebabkan karena saat usianya menginjak 12 tahun. Tepatnya pada tahun 1862, cut nyak dien dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga yang merupakan putra dari keluarga bangsawan.

Dari pernikahan tersebut, Cut Nyak Dien dan Teuku cek ibrahim dikaruniai satu orang anak.

Perjuangan Melawan Kaum Imperalis

Tepat pada tanggal 29 Juni 1878 Teuku Cek Ibrahim Lamnga melakukan peperangan dengan Belanja di Sela Glee Taruna. Sayangnya, dalam perang tersebut, suami Cut Nyak Dien tewas terbunuh.

Kejadian tragis ini seketika memancing amarah Cut Nyak Dien terhadap kaum kolonial Belanda. Karena itulah, beliau berusaha melanjutkan perjuangan suaminya dengan semangat yang membara.

Setelah meninggalnya cek ibrahim lamnga,  Teuku Umar yang merupakan lelaki yang masih memiliki garis keluarga dengan Cut Nyak Dien datang meminangnya. Meskipun sempat menolaknya, akhirnya Cut Nyak Dien menyetujui pernikahan tersebut karena Teuku Umar berani memenuhi keinginan Cut Nyak Dien.

Keinginan tersebut yakni bersedia ikut turun ke medan perang.

Siasat Untuk Mengatasi Belanda

Pada masa itu, Cut Nyak Dien benar-benar ingin mengusir belanda dari bumi aceh. Hal itu disebabkan karena memang kedatangan belanda tersebut membuat penduduk menjadi resah serta membuat keyakinan mereka terusik.

Biografi Cut Nyak Dien Lengkap
Gambar: republika.co.id

Keinginan tersebut segera diwujudkan Cut Nyak Dien dengan mulai menggalang kekuatan dan mengumpulkan segenap pejuang aceh lainnya. Tidak hanya itu, di awal perjuangannya beliau juga gencar melakukan serangan dengan menggunakan sistem gerilya.

Sehingga mau tidak mau, pasukan belanda yang berada di Aceh pada saat itu merasa panik.

Namun perjuangan Cut Nyak Dien tidak berjalan mudah begitu saja. Dalam perjuangan tersebut, beliau sempat mendapatkan umpatan dari Cut Nyak Meutia.

Adapun alasan yang membuat umpatan tersebut keluar dari mulut Cut Nyak Meutia yaitu karena strategi Cut Nyak Dien yang menyusun strategi dengan cara Teuku Umar berpura-pura menyerahkan diri pada belanda. Kemudian bekerja sama dengan mereka.

Sebenarnya, jika komunikasi diantara Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia berjalan dengan baik. Umpatan tersebut tidak akan mungkin terlontarkan karena memang penyerahan Teuku Umar hanya sebuah siasat saja.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk memperoleh banyak senjata dari pasukan Belanda. Dan begitu, strategi itu selesai, Teuku Umar kembali kepada Cut Nyak Dien dan para pejuang lainnya.

Perjuangan Ketika Ditangkap Belanda

Perjuangan Cut Nyak Dien tidak sampai di sana. Setelah berhasil mengumpulkan banyak senjata dari belanda. Masalah kembali muncul. Belanda sadar bahwa dirinya telah dikhianati oleh Teuku Umar. Oleh karenanya, belanda mulai melakukan serangan balik dan memburu Teuku Umar dan Cut Nyak Dien.

Pada waktu inilah, bisa dibilang merupakan bagian dari sejarah Cut Nyak Dien yang menyedihkan. Betapa tidak, karena penyerangan belanda tersebut. Teuku Umar akhirnya gugur tepatnya pada tanggal 11 Februari 1899 di pertempuran Meulaboh.

Pada masa itu, pasukan Cut Nyak Dien yang semakin melemah dan mencoba menghindar dari tekanan benar-benar dimanfaatkan oleh pasukan belanda. Akibatnya, meskipun telah renta dan kondisi fisik serta kesehatannya menurun.

Cut Nyak Dien tetap melakukan pertempuran. Melihat kondisi tersebut, Pang Laot Ali, yang merupakan panglima perang Cut Nyak Dien. Menawarkan untuk menyerahkan diri kepada belanda.

Namun, Cut Nyak Dien tetap bersikeras dan menegaskan untuk tetap bertempur dan meneruskan perjuangannya. Meskipun, karena penyakit rabun yang beliau derita dalam kurun waktu yang singkat, akhirnya Cut Nyak Dien ditangkap kemudian diasingkan di pulau jawa.

Tepatnya ke Sumedang, Jawa barat pada tanggal 11 Desember 1905. Salah satu alasan kuat yang membuat belanda mengasingkan Cut Nyak Dien yaitu agar beliau tidak lagi bisa mempengaruhi masyarakat Aceh. Dan menciptakan semangat perlawanan untuk meneruskan perjuangan.

Pengasingan Cut Nyak Dien Oleh Belanda

Pengasingan yang dilakukan belanda dengan tujuan agar beliau tidak bisa membakar semangat masyarakat aceh membuat dirinya benar-benar melemah. Usia Cut Nyak Dien yang semakin tua dan kondisi kesehatannya yang semakin buruk.

Biografi Cut Nyak Dien
Gambar: tribunnews.com

Membuat Bupati Suriaatmaja menaruh perhatian kepada beliau. Selain itu, tahanan laki-laki yang berada di sana juga menyatakan perhatian mereka.

Dalam pengasingan tersebut, cut nyak din ditahan bersama ulama Ilyas. Menyadari Cut Nyak Dien yang merupakan sosok yang ahli agama. Akhirnya Ilyas menjuluki Cut Nyak Dien sebagai ‘Ibu Perdu’.

Sayangnya, dalam pengasingan belanda tersebut. Akhirnya, Cut Nyak Dien meninggal pada tanggal 6 November 1908 karena usianya yang memang telah tua. Beliau dimakamkan di gunung Puyuh, Sumedang.

Makam cut nyak dien tersebut baru diketahui setelah gubernur aceh, Ali Hasan. Meminta untuk  melakukan pencarian berdasarkan data yang ditemukan di Belanda tersebut. Dan melalui pencarian tersebut, akhirnya makam cut nyak dien berhasil ditemukan pada tahun 1960.

Sejarah Cut Nyak Dien Atas Perjuangannya

Atas perjuangan Cut Nyak Dien yang tidak kenal lelah tersebut. sejarah biografi Cut Nyak Dien mencatat bahwa beliau sempat membuat Ny Szekly Loulof merasa kagum hingga menggelar Cut Nyak Dien sebagai ‘Ratu Aceh’. Ny, Szkely Loulof sendiri merupakan seorang penulis yang berasal dari belanda.

Bukan hanya itu, atas pengorbanan dan juga perjuangan Cut Nyak Dien. Beliau juga dinobatkan menjadi pahlawan kemerdekaan nasional, yang penobatannya telah dikuatkan dengan SK Presiden RI No. 106 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.

Biografi R A Kartini

Biografi R A Kartini – R.A. Kartini atau Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu pahlawan indonesia yang berjasa dalam memperjuangkan wanita. Beliau adalah wanita yang tangguh. Beliau juga sosok yang sangat gigih dalam berjuang khususnya perjuangan emansipasi wanita indonesia ketika itu.

Tentu tidak mengherankan jika biografi R A Kartini layak diteladani oleh generasi masa kini. Sikap kepahlawanan R.A. Kartini begitu terlihat tatkala beliau harus melewati proses panjang hingga sampai dititik. Dimana wanita bisa mendapatkan hak-hak seperti sekarang ini.

Membaca buku biografi R A Kartini, atau menonton film yang mengisahkan beliau bisa menjadi pilihan mudah untuk mengetahui sosok R.A. Kartini lebih jauh. Atau anda bisa langsung membaca biografi R A Kartini pada point di bawah ini.

Mengenal Sosok R.A Kartini

Raden ajeng kartini adalah pahlawan kemerdekaan indonesia yang lahir di Jepara pada tanggal 21 april 1879. R.A. Kartini memiliki nama asli Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat. Dan beliau dibesarkan ditengah-tengah keluarga bangsawan. Hal tersebut dapat terlihat dari penyematan gelar raden ajeng didepan nama Kartini.

R.A. Kartini merupakan putri dari R.M.Sosroningrat yang merupakan seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati Jepara. Sedangkan RM. Sosroningrat adalah putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV. Pada masa itu, sosro merupakan sosok yang terpandang karena merupakan bupati Jepara.

Silsilah Keluarga & Latar Belakang

Berbeda dengan sisilsilah keluarga ayah kartini, ibu kartini yaitu M.A Ngasirah hanyalah orang biasa. Ayahnya hanya seorang kiai atau guru agama di Teluwakur, kota Jepara. Dalam sejarah biografi R A Kartini, memiliki silsilah keturunan yang berasal dari kerajaan Majapahit.

R A Kartini
Gambar: satujam.com

Biografi R A Kartini dalam silsilah keluarga yaitu beliau adalah anak kelima dari 11 bersaudara. Riwayat pendidikan R.A. Kartini cukup singkat. Dimasa kecilnya, ayah R.A. Kartini mendaftarkan beliau ke sekolah ELS atau Europese Lagere School. Dan sesuai adat pada masa itu ketika usia Kartini telah mencapai 12 tahun. beliau berhenti karena harus tinggal di rumah atau dipingit.

Awal Perjuangan

Namun meskipun di rumah, R.A. Kartini tetap aktif. Bahkan berkat kegemarannya membaca surat kabar atau majalah, buku, dan surat-surat yang sering beliau lakukan bersama temannya di Belanda. Hal ini menimbulkan pemikiran-pemikiran mengenai emansipasi wanita mulai tumbuh dalam diri R.A. Kartini.

Pada masa itu, dalam sejarah biografi R A Kartini juga mengatakan bahwa beliau mendapatkan izin untuk menjadi seorang guru dari ayahnya Sosro. Meskipun R.A. Kartini tetap tidak diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya di Batavia ataupun di negeri Belanda.

Seiring perjuangan R.A. Kartini, pada tahun 1903 tepatnya saat usianya ke 24 tahun beliau dinikahkan dengan K.R.M.Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Beliau adalah seorang bangsawan dan merupakan bupati Rembang yang telah memiliki tiga orang istri.

Namun meskipun telah menikah, R.A. Kartini tetap bisa melanjutkan perjuangan beliau karena suaminya, K.R.M. Asipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat membebaskan R.A. Kartini. Suaminya bahkan membantu pada proses pendirian sekolah wanita pertama yang dibangun di sebelah kantor pemerintahan kabupaten Rembang.

Peringatan Hari Kartini

Pada point ini, akan dibahas mengenai sejarah biografi R A Kartini yang menjadi alasan mengapa hari lahir R.A. Kartini diperingati. Selain karena jasa R.A. Kartini, penetapan hari lahir beliau sebagai hari kartini merupakan suatu bentuk penghargaan untuk beliau.

Pada perjalanan hidupnya, R.A. Kartini memang sering melakukan korespondensi atau surat menyurat dengan temannya di eropa. Dan sepeninggal beliau, J.H. Abendanon, seorang pria yang berasal dari belanda dan merupakan seorang menteri kebudayaan, agama, dan kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah beliau tulis tersebut.

R A Kartini Foto
Gambar: indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au

Dari surat-surat tersebut, JH Abendon mulai menyusunnya sebagai buku dan menerjemahkan buku yang awalnya memiliki judul “Door Duisternis Tot Licht” dan mengganti judul tersebut menjadi “Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang Terbit” pada tahun 1911.

Buku tersebut, pertama hanya dicetak sebanyak 5 kali dengan mengimbuhkan surat-surat yang ditulis oleh R.A. Kartini. Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A. Kartini banyak menarik perhatian masyarakat terutama kaum Belanda pada masa itu. Hal tersebut disebabkan karena surat-surat tersebut dituliskan oleh wanita pribumi.

Tidak hanya itu, pemikiran R.A. Kartini juga mampu mengubah pola pikir masyarakat Belanda terhadap wanita pribumi pada masa itu. Oleh karena tulisan beliau yang menginspirasi tersebut, akhirnya membuat W.R. Soepratman kemudian membuat lagu berjudul ‘Ibu Kita Kartini”.

Bukan hanya itu, atas jasa R.A. Kartini, pada tanggal 2 Mei 1964, presiden Ir Soekarno mengeluarkan instruksi yang mengungkapkan keputusan presiden republik indonesia no. 108 Tahun 1964 yang berisi penetapan R.A. Kartini sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Dan juga penetapan hari lahir R.A. Kartini yaitu tanggal 21 april, sebagai hari kartini. Yang sering diperingati sampai sekarang.

Wafatnya R.A. Kartini

Wafatnya R.A. Kartini terjadi pada tanggal 17 september 1904. Tepatnya pada usia beliau yang ke 24 tahun. Tak lama setelah beliau melahirkan anak pertamanya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.Anak R.A. Kartini tumbuh tanpa sosok ibunya.

Foto R A Kartini
Gambar: makassar.tribunnews.com

R.A. Kartini, kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang. Dan untuk menghargai jasa beliau. Setelah wafatnya beliau. akhirnya pada tahun 1921 didirikan sekolah wanita oleh yayasan kartini di semarang. Yang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang, Cirebon, dan daerah lainnya.Dan diberi nama “Sekolah Kartini” sebagai bentuk penghormatan jasa-jasa R.A. Kartini.

Nama Anak & Keturunanny

Sebelum wafat, pada pernikahannya dengan K.R.M.Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat beliau memiliki anak bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat. Anak R.A. Kartini, Soesalit Djojoadhiningrat sempat menjabat menjadi mayor jenderal pada masa kependudukan Jepang.

R.M Soesalit Djojoadhiningrat, kemudian memiliki anak bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit. Yang merupakan cucu pertama R.A Kartini. Dimasa dewasanya, RM. Boedi Setiyo Soesalit kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.

Dan dari pernikahan cucu R.A. Kartini tersebut, beliau mempunyai lima orang anak yang merupakan cicit dari R.A. Kartini. Adapun nama lima anak tersebut yaitu:

  1. Kartini Setiawati Soesalit
  2. Kartono Boediman Soesalit
  3. RA Roekmini Soesalit
  4. Samingoen Bawadiman Soesalit
  5. Rahmat Harjanto Soesalit

Buku Kartini Populer

Kisah dan perjuangan R.A. Kartini yang menispirasi mampu membuat sebagian orang menuliskan cerita R.A. Kartini dalam sebuah buku. Adapun beberapa buku R.A. Kartini tersebut yaitu:

  1. “Habis Gelap Terbitlah Terang”
  2. “Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk bangsa”
  3. “Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904”
  4. “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramodeya Ananta Toer
  5. ‘Kartini Surat – Surat Kepada Ny RM Abendanon”
  6. “Aku Mau, Feminisme dan Nasionalisme”

Itulah, biografi lengkap dari R.A. Kartini. Semoga informasi mengenai kisah hidup R.A. Kartini tersebut bisa menjadi sebuah panutan dan menambah wawasan anda mengenai pahlawan wanita yang begitu berjasa atas hak-hak wanita. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kaum milenial saat ini.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara – Ki Hajar Dewantara tentu saja sangat wajib generasi mudah ketahui. Mengingat bahwa Ki Hajar Dewantara merupakan bapak pendidikan nasional yang juga menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Sebagian besar dari warga indonesia barangkali telah mengenal Ki Hajar Dewantara. Apalagi setiap tanggal 2 mei, yang merupakan kelahiran dari Ki Hajar Dewantara selalu diperingati sebagai hari pendidikan nasional atau HARDIK NAS.

Tentu peringatan tersebut sangat pantas diberikan kepada bapak pendidikan yang dulu telah berjuang dan menjadi pelopor pendidikan di Indonesia. Berikut Biografi Ki Hajar Dewantara lebih lanjut.

Latar Belakang Ki Hajar Dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan indonesia ini lahir pada tanggal 2 Mei 1899 di kota Yogyakarta. Dimasa kecilnya, beliau dikenal dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Dan merupakan keturunan dari keluarga bangsawan yaitu GPH Soerjanungrat, cucu dari Pakualam III.

Biografi Ki Hajar Dewantara Singkat
Gambar: utaunhp.info

Pendidikan Ki Hajar Dewantara dimulai dari sekolah dasar yang pada saat itu dikenal dengan nama ELS. ELS merupakan sekolah yang memiliki tingkatan sama seperti sekolah dasar untuk eropa atau belanda, dan kaum bangsawan.

Lulus dari ELS, Ki Hajar Dewantara kembali melanjutkan pendidikannya ke sekolah STOVIA.

STOVIA adalah sekolah pada masa kolonial hindia belanda yang didirikan untuk pendidikan dokter pripumi yang berada di kota Batavia. Yang pada saat ini, dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

Sayangnya, Ki Hajar Dewantara tidak sampai menamatkan sekolah tersebut karena menderita sakit.

Kilas Balik Karir 

Dalam diri Ki Hajar Dewantara, sebenarnya beliau lebih tertarik pada dunia jurnalistik atau tulis menulis. Hal ini terbukti, saat Ki Hajar Dewantara dewasa beliau memilih bekerja sebagai seorang wartawan di beberapa surat kabar yang ada pada masa itu.

seperti sediotomo, De Expres, Midden Java, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, Poesara, dan Tjahaja Timoer.

Dalam penulisannya, Ki Hajar Dewantara memiliki gaya penulisan yang cenderung tajam. Dalam salah satu tulisan beliau yang terdapat di dalam surat kabar De Express pimpinan Douwes Dekker.

Ki hajar menuliskan mengenai kaum kolonial belanda, yang intinya:

“Jika aku adalah seorang belanda, maka aku tidak akan menggelar pesta kemerdekaan di negeri yang kemerdekaannya telah kita rampas sendiri“.

Seiring dengan jalan pikiran tersebut, bukan hanya tidak adil tetapi juga merupakan sesuatu yang tidak pantas untuk menyuruh si inlader memberikan sumbangan dana untuk perayaan tersebut.

Ide untuk menyelenggarakan pesta saja sudah menghinakan mereka, dan sekarang kantongnya kita keruk pula. Ayo teruskan saja penghinaan lahir batin itu! jika aku seorang belanda, hal yang terutama menyinggung perawakan dan juga kawan sebangsaku yakni kenyataan bahwa inlander diharuskan untuk ikut membayari kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikitpun baginya.”

3 Serangkai Indonesia

Salah satu tulisan Ki Hajar Dewantara tersebut pada saat itu langsung menyulut kemarahan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Akibatnya, pada saat itu Ki Hajar Dewantara ditangkap, kemudian diasingkan ke pulau bangka yang merupakan permintaan beliau sendiri.

Biografi Ki Hajar Dewantara Lengkap
Gambar: tibuku.com

Melihat pengasingan yang terjadi kepada Ki Hajar Dewantara tersebut, membuat rekan-rekan organisasinya yaitu Douwes Dekker dan juga Dr. Tjipto Mangunkusumo yang kini dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Sayangnya, karena protes tersebut, akhirnya ketiganya sama-sama diasingkan oleh pemerintah kolonial di Belanda.

Organisasi Budi Utomo

Organisasi Budi Utomo sebagai organisasi sosial politik, membuat Ki Hajar Dewantara tertarik untuk ikut bergabung didalamnya. Dalam organisasi tersebut, Ki Hajar Dewantara ikut berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat pribumi.

Khususnya menyadarkan mereka mengenai pentingnya semangat kebersamaan serta persatuan sebagai bangsa Indonesia. Selain mencoba melakukan beberapa hal tersebut. Bersama Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara akhirnya mendirikan organisasi bernama Indische Partij yang terkenal.

Bisa dibilang, setelah pengasingan tersebut. Ki Hajar Dewantara benar-benar ingin memajukan kaum pribumi. Melalui ijazah pendidikan ki hajar Dewantara dari Europeesche Akte yang beliau dapatkan dari sekolah bergengsi di Belanda.

Ki Hajar Dewantara memulai perjuangannya. Sebagai awal gerakannya, dirinya mulai mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang ia buat di Indonesia.

Keluarga Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara mempersunting Raden Ajeng Sutartinah pada tahun 1913. Raden Ajeng Sutartinah adalah seorang putri dari bangsawan Paku Alaman dari yogyakarta. Dari pernikahan tersebut, Ki Hajar Dewantara dan raden Ajeng Sutartinah dikaruniai dua orang anak.

Kedua anak tersebut yaitu, Ni Sutapi Asti dan Ki Subroto Haryomataram.

Dalam masa pengasingannya, istri Ki Hajar Dewantara lah yang senantiasa mendampingi dan membantu segala kegiatannya. Terutama dalam hal pendidikan. Hingga saat Ki Hajar Dewantara bisa kembali ke indonesia pada tahun 1919.

Ki Hajar Dewantara di Dunia Pendidikan

Ki Hajar Dewantara kembali melanjutkan cita-cita leluhurnya. Begitu kembali, beliau langsung bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudara beliau. Melalui pengalaman mengajar di sekolah itulah, akhirnya Ki Hajar Dewantara membuat konsep baru mengenai pengajaran pada sekolah yang beliau dirikan.

Biografi Ki Hajar Dewantara
Gambar: eyeni.info

Sekolah Ki Hajar Dewantara sendiri resmi berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 dengan nama ‘National Onderwijks Instituut Taman Siswa yang kemudian lebih dikenal sebagai Taman Siswa. Eksistensi taman siswa bahkan sampai saat ini tidak perlu dipertanyakan lagi.

Semboyan Pendidikan 

Tidak sampai pada pendirian institut taman siswa, untuk lebih mendekatkan dirinya dengan rakyat pribumi beliau membuat gerakan baru. Pada usianya yang ke 40 tahun, beliau mengubah namanya dari Raden Mas Soerwardi Soerjaningrat menjadi Ki Hadjar Dewantara atau Ki Hajar Dewantara.

Biografi Ki Hajar Dewantara membuat semboyan-semboyan dunia pendidikan yang sampai sekarang masih terkenal di Indonesia. Adapun semboyan-semboyan tersebut antara lain:

  1. Ing Ngarso Sung Tulodo, yang artinya di depan memberikan contoh
  2. Tut wuri handayani, yang artinya di belakang memberikan dorongan
  3. Ing madyo mangun karso, yang artinya ditengah memberi semangat

Setelah Kemerdekaan

Pada tahun 1945, tepatnya setelah kemerdekaan bangsa indonesia. Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi menteri pengajaran indonesia oleh presiden Ir soekarno. Pengangkatan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Melainkan karena jasa-jasa beliau yang sangat besar dalam dunia pendidikan Indonesia.

Atas jasa-jasa itu pula, oleh Ir Soekarno, Ki Hajar Dewantara dianugerahi gelar ‘Bapak Pendidikan Nasional’ serta ‘Pahlawan Nasional’. Bukan hanya itu saja, Ir Soekarno juga menetapkan hari lahir Ki Hajar Dewantara yaitu tanggal 2 Mei sebagai hari pendidikan Nasional.

Wafatnya Sang Bapak Pendidikan Nasional

Setelah begitu banyak melakukan perjuangan di dunia pendidikan Indonesia. Akhirnya pada tanggal 26 april 1959  beliau meninggal di Yogyakarta. Beliau kemudian dikebumikan di Taman Wijaya Brata.

Untuk mengenang semua jasa Ki Hajar Dewantara, pihak penerus perguruan taman siswa kemudian mendirikan sebuah museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta. Di dalam museum tersebut, berisi benda-benda dan juga karya Ki Hajar Dewantara sekaligus kiprahnya dalam berbangsa.

Adapun karya yang terpasang di dalam museum tersebut antara lain karya tulis atau konsep Ki Hajar Dewantara, risalah-risalah, dan juga data surat menyurat ketika menjadi jurnalis, pendidik, budayawan, dan juga seniman.

Tidak hanya itu, kisah hidup Ki Hajar Dewantara juga di buat sebagai mikrofilm yang kemudian disimpan oleh Badan Arsip Nasional.

Biografi Bung Tomo

Biografi Bung Tomo – Jika mengulik biografi Bung Tomo tentu kita akan diingatkan pada peristiwa 10 November. Dengan orasi beliau yang berapi – api, para masyarakat Surabaya kala itu tanpa takut melawan kembali melawan penjajah.

Bung Tomo merupakan satu dari pahlawan Indonesia yang begitu berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pahlawan indonesia yang berasal dari Surabaya ini telah berhasil melawan penjajah yang ingin kembali menguasai indonesia tepatnya di kota Surabaya pada waktu itu.

Mengenai biografi Bung Utomo sendiri. Beliau merupakan pahlawan indonesia yang lahir pada tanggal 3 Oktober tahun 1920 di kota Surabaya, jawa timur. Dimasa kecilnya, Bung Tomo dikenal dengan nama Sutomo.

Dalam perjuangannya, Bung Tomo mampu menjadi orator dan berhasil membakar semangat arek-arek suroboyo untuk terus bangkit. Dan kembali melawan penjajah yang pada saat ini dikenal sebagai pertempuran 10 November 1945.

Atas perjuangan yang tak kenal lelah itulah. Kini, tanggal 10 November tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Latar Belakang & Keluarga

Di masa kecilnya, Sutomo atau yang lebih dikenal rakyat sebagai Bung tomo ini dibesarkan dalam keluarga kelas menengah.

Beliau merupakan putra dari Kartawan Tjiptowidjojo, yang pada saat itu bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan juga sebagai salah satu pegawai kecil di perusahaan ekspor-impor Belanda.

Biografi Bung Tomo
Gambar: detik.com

Dan merupakan putra dari ibu yang berdarah campuran jawa tengah, sunda dan Madura.

Di perjalanan hidupnya, Bung Tomo termasuk orang yang rajin dan pekerja keras. Salah satu alasan kuat yang mendorong Bung Tomo yaitu beliau ingin memperbaiki keadaan menjadi lebih baik.

Sikap pekerja kerasnya sebenarnya telah terlihat saat beliau kecil. Terbukti ketika usianya 12 tahun, Bung Tomo terpaksa meninggalkan pendidikannya di Mamulo. Dan ikut bekerja serabutan (kecil-kecilan) untuk mengatasi dampak depresi yang pada saat itu tengah melanda dunia.

Namun karena keluarga beliau termasuk keluarga yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi pendidikan. Bung Tomo akhirnya kembali melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan HBS-nya melalui korespondensi. Meskipun tidak pernah resmi lulus.

Berlanjut pada Biografi Bung Tomo di usia muda. Pada saat itu, Bung Tomo mulai aktif dalam organisasi kepanduan. Dan masuk dalam organisasi kepanduan bangsa Indonesia atau KBI.

Menurut Bung Tomo, filsafat kepanduan yang ditambah dengan kesadaran nasional yang telah beliau peroleh dari organisasi KBI, juga ilmu-ilmu dari kakeknya merupakan suatu pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya.

Hal tersebut terlihat dan dibuktikan oleh beliau ketika usianya 17. Yaitu bung tomo berhasil mencapai peringkat kedua pandu garuda di Hindia Belanda.

Perjalanan Dunia Jurnalistik

Selain aktif dalam berorganisasi, kesukaan Bung Tomo pada dunia jurnalisme. Membawa bung tomo bekerja sebagai wartawan lepas pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya, tepatnya pada tahun 1937.

Tidak sampai di situ pada tahun 1939 tepatnya setahun setelah dirinya bekerja di Harian Soeara Oemoem. Beliau pindah ke Mingguan Pembela Rakyat menjadi seorang redaktur, sekaligus wartawan di sana. Selain itu, pada masa itu bung tomo juga aktif menjadi penulis pojok harian berbahasa jawa, di Exspres.

Dalam biografi Bung Tomo, pada tahun 1942-1945 beliau kembali bekerja di kantor tentara penduduk jepang, Domei ketika masa pendudukan jepang. Pada bagian bahasa Indonesia untuk seluruh jawa timur.

Pencapaian yang kini menjadi keistimewaan Bung Tomo dibidang jurnalistik yaitu bersama wartawan senior Romo Bintarti beliau memberitakan mengenai proklamasi kemerdekaan yang telah dikumandangkan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan menggunakan bahasa jawa untuk menghindari sensor dari jepang.

Pada masa itu, beliau juga kembali melanjutkan karir jurnalistiknya dengan menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara di kota Surabaya.

Pertempuran 10 November 1945

Pada tahun 1944, Bung Tomo kembali aktif dalam organisasi. Kali ini, beliau menjadi salah satu anggota dalam Gerakan Rakyat Baru yang pada masa itu diseponsori oleh Jepang. Meskipun termasuk orang yang dianggap asing di sana.

Namun Bung Tomo tetap bertahan guna untuk mempersiapkan beliau untuk menjalankan perannya yang sangat penting.

Biografi Bung Tomo Singkat
Gambar: tribunnews.com

Pada masa itu, bisa dibilang merupakan masa yang penuh dengan insiden. Beberapa kali insiden terjadi. Insiden tersebut berawal dari insiden yang terjadi pada tanggal 19 September 1945 di Hotel Yamanto, Surabaya.

Saat sekelompok orang belanda memasangkan bendera mereka. Melihat hal tersebut, rakyat marah dan berakhir dengan diturunkannya bendera belanda tersebut kemudian, warna biru dari bagian bendera belanda di sobek.

Sehingga yang dikibarkan hanyalah bendera dengan warna merah putih. Dan tewasnya orang Belanda.

Insiden lain, terjadi di Jakarta pada tanggal 30 September 1945 karena datangnya pasukan sekutu. Pada saat itu, bendera mulai berkibar dimana-mana. Pada masa itu, Bung Tomo masih berstatus menjadi seorang wartawan kantor berita Antara.

Dan juga menjadi kepala bagian penerangan Pemuda Republik Indonesia atau PRI, yang merupakan organisasi penting terbesar di kota Surabaya.

Di jakarta, Ir Soekarno meminta agar para pemuda menahan diri, dan tidak memulai konfrontasi senjata. Melihat hal tersebut, ketika kembali ke Surabaya Bung Tomo mengatakan keprihatinannya.

“Kita (di Surabaya) telah mendapatkan kemerdekaan, sedangkan di ibukota rakyat Indonesia terpaksa harus hidup dalam ketakutan,”

Pada bulan Oktober dan November 1945 insiden kembali berlanjut. Bung Tomo yang pada masa itu berperan sebagai seorang pemimpin penting mencoba menggerakkan dan kembali membangkitkan semangat rakyat Surabaya yang tengah diserang oleh pasukan Inggris.

Biografi Bung Tomo Lengkap
Gambar: nasional.kompas.com

Pasukan inggris yang pada saat itu mendarat dengan melucutkan senjata tentara pendudukan jepang serta membebaskan tawanan eropa membuat arek Suroboyo melemah. Namun atas semangat yang diberikan oleh Bung Tomo. Arek Suroboyo berhasil kembali bangkit.

Namun perjuangan arek Suroboyo tidak sampai di situ. Hingga pada tanggal 9 november ultimatum yang ditunjukkan kepada staf gubernor soerjo dikeluarkan. Adapun isi dari ultimatum tersebut yaitu:

  1. Seluruh pemimpin rakyat Surabaya harus menyerahkan diri dengan tangan di atas kepala pada hari itu juga paling lambat pukul 18.00
  2. Seluruh senjata harus diserahkan. Kemudian seseorang yang membunuh Mallaby harus menyerahkan diri

Pada akhir ultimatum juga menjelaskan, jika kedua hal yang telah disebutkan tersebut diabaikan, maka keesokan harinya (tanggal 10 November 1945) pasukan inggris akan menyerang pada pukul 06.00. Seperti ultimatum pada zaman dahulu, pamflet yang berisi ultimatum ini juga disebarkan melalui udara.

Ultimatum yang diabaikan tersebut akhirnya benar-benar membuat pertempuran 10 November terjadi di Surabaya. Pada saat itulah, sejarah biografi bung tomo menceritakan bahwa melalui corong radio.

Bung Tomo tampil sebagai orator. Dalam pidato Bung Tomo berusaha membakar semangat arek-arek Surabaya untuk berjuang melawan tentara inggris dan NICA Belanda.

Kehidupan Setelah Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bung Tomo sempat menghilang dari dunia perpolitikan. Beliau merasa tidak bahagia terjun di dunia politik. Hingga pada akhir masa pemerintahan Ir Soekarno. Yang juga menjadi awal masa pemerintahan Soeharto. Bung Tomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.

Tepatnya pada awal tahun 1970, beliau kembali dan mempunyai pandangan yang berbeda dengan pemerintahan orde baru. Bung Tomo berusaha menyampaikan kritik-kritik keras terhadap program yang dijalankan soeharto.

Hingga pada tanggal 11 april 1978, beliau akhirnya ditahan pemerintah indonesia. Dan baru dibebaskan Soeharto setelah setahun penahanan.

Akhir Hidup 

Bung Tomo meninggal pada tanggal 7 oktober 1981 di Padang Arafah. Tepatnya saat beliau tengah menunaikan ibadah haji. Jika umumnya para jamaah akan memakamkan orang yang telah meninggal di tanah suci.

Keluarga lebih memilih membawa jenazah Bung Tomo kembali ke Indonesia dan memakamkannya di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya. Bung Tomo, meskipun beliau telah tiada, namun sejarah telah mencatatnya sebagai pahlawan negeri ini.

Semoga semakin banyak generasi muda yang makin menghargai jasa para pahlawan setelah mengetahui biografi Bung Tomo diatas.

Biografi Dewi Sartika

Biografi Dewi Sartika – Dewi Sartika merupakan pahlawan nasional pendidikan untuk wanita. Untuk mengetahui biografi Dewi Sartika lengkap, kami akan membahas mengenai latar belakang keluarga, pendidikan, sepak terjang serta prestasi Dewi Sartika.

Beliau merupakan putri dari pasangan R. Rangga Somanegara dan R.A. Rajapermas yang  lahir pada tanggal 4 Desember pada tahun 1884. Beliau dibesarkan dalam keluarga priyayi sunda ternama. Ayah Dewi sartika yaitu, R. Rangga Soemanegara merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

Perjuangan ayah Dewi Sartika berujung pada hukuman dengan cara dibuang ke pulau Ternate oleh Pemerintah Hindia Belanda dan meninggal pada masa hukum tersebut. Terlahir dari keluarga pejuang tentu menjadi keistimewaan Dewi Sartika. Darah pejuang nyatanya benar – benar menurun pada diri Dewi Sartika.

Latar Belakang Pendidikan

Adat istiadat yang mengharuskan wanita harus dipingit pada waktu itu tidak memengaruhi prinsip ayah Dewi Sartika . Beliau tetap bersikukuh menyekolahkan dewi ke sekolah Belanda. Biografi Dewi Sartika kembali berlanjut setelah ayahnya dinyatakan meninggal dunia.

Biografi Dewi Sartika Singkat
Gambar: www.liputan6.com

Pada saat itu, Dewi Sartika akhirnya diasuh oleh paman yang merupakan kakak dari ibu dewi. Yang pada saat itu berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari paman Dewi Sartika inilah, beliau mulai mendapatkan pendidikan mengenai adat sunda.

Sedangkan mengenai wawasan kebudayaan barat berhasil beliau pelajari dari seorang nyonya Asisten Residen Bangsa Belanda. Saat itulah, bakat dan keistimewaan dewi sartika sebagai pendidik yang gigih untuk mewujudkan kemajuan mulai terlihat dalam diri Dewi Sartika .

Peran Pertamanya di Dunia Pendidikan

Saat bermain di belakang gedung kepatihan. Beliau sering mempraktikkan apa-apa yang telah Dewi Sartika pelajari dari sekolah. Pada saat itu, beliau juga mulai mengajari baca tulis, dan juga bahasa belanda pada anak-anak pembantu di kepatihan.

Beliau menggunakan peralatan sederhana seperti papan bilik kandang kereta, pecahan genting, dan juga arang sebagai alat bantu belajar. Kebiasaan tersebut, terus dilakukan dewi sartika. Hingga ketika beliau berusia 10 tahun, Cicalengka dikagetkan oleh kemampuan baca tulis dan beberapa pepatah dalam bahasa Belanda.

Bahasa ini bahkan mulai dikuasai oleh anak-anak pembantu kepatihan. Hal tersebut tentu merupakan sesuatu yang mustahil. Karena memang pada saat itu, belum banyak anak pembantu yang memiliki kemampuan tersebut. Apalagi kemampuan itu, diajarkan oleh seorang anak perempuan.

Dari sini tepatnya perjalanan perjuangan dalam biografi Dewi Sartika dimulai. Dewi Sartika mulai memikirkan pendidikan anak-anak perempuan di sana. Maka, dalam cita-citanya tersebut, setelah tinggal di Bandung. Beliau mulai berfikir dan berjuang dengan mendirikan sekolah yang terletak di Bandung, Jawa Barat.

Perjuangannya Mendirikan Sekolah

Biografi Dewi Sartika dalam dunia pendidikan kembali berlanjut dengan berdirinya sekolah yang beliau bangun di Bandung. Atas bantuan kakek Dewi Sartika yaitu R.A.A.Martanegara dan juga seorang Inspektur Kantor Pengajaran, yaitu Den Hamer pada tahun 1904 Dewi Sartika berhasil mendirikan sekolah dengan nama “Sekolah Istri”.

Dalam pendiriannya, sekolah ini hanya dibangun dengan dua kelas. Sehingga sekolah yang beliau dirikan tidak mampu menampung aktivitas sekolah. Atas kendala tersebut, Dewi Sartika mencoba mencari jalan keluar dengan cara meminjam sebagian ruang kepatihan bandung sebagai ruang belajar.

Biografi Dewi Sartika
Gambar: id.wikipedia.org

Pada awal pendiriannya, sekolah istri langsung mendapatkan perhatian positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari murid awal 20. Murid sekolah ini kemudian bertambah banyak bahkan sampai ruang kepatihan yang beliau pinjam tidak mampu menampung murid sekolah istri lagi.

Tidak patah arang, perjuangan Dewi Sartika kembali dilanjutkan dengan memindahkan sekolah istri ke tempat yang lebih luas. Dan pada tahun 1910, tepatnya sekitar 6 tahun setelah pendiriannya. Nama sekolah istri diganti menjadi ‘sekolah keutamaan istri’. Dalam perubahan ini, tidak hanya nama. Sekolah istri juga mengalami perubahan pelajaran.

Dalam perubahan tersebut. Dewi Sartika menambahkan pelajaran yang berhubungan dengan pembinaan rumah tangga, seperti mengajarkan menjadi ibu rumah tangga yang baik, mandiri, luwes, dan juga terampil.

Hebatnya, Dewi Sartika tidak memungut biaya operasional sekolah. Dan lebih memilih membanting tulang untuk menutupi biaya sekolah yang beliau dirikan tersebut. Salah satu yang menjadi penyemangat Dewi Sartika yaitu Raden Kanduruan Agah Surawinata. Yang merupakan suami dari Dewi Sartika.

Perkembangan Sekolah Istri

Seiring berjalannya waktu, pada tahun berikutnya. Beberapa sekolah istri mulai berdiri di wilayah Pasundan. Sekolah tersebut didirikan oleh perempuan Sunda yang juga memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Perkembangan pendidikan pada masa itu sudah cukup membaik.

Terbukti pada tahun 1912, sekitar 9 sekolah istri telah berdiri di kota-kota kabupaten. Kemudian, memasuki usia yang kesepuluh. Tepatnya pada tahun 1914. Nama sekolah keutamaan isteri kembali diganti menjadi ‘Sakolah Kautamaan Istri atau sekolah keutamaan perempuan.

Biografi Dewi Sartika Lengkap
Gambar: jabar.tribunnews.com

Dan pada masa itu, hanya tersisa ¾ saja kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki sakolah kautamaan istri. Semangat Dewi Sartika kemudian menyeberang ke Bukit tinggi, dimana di sana didirikan sakola kautamaan istri oleh Encik Rama Saleh.

Sekolah yang Didirikan Oleh Dewi Sartika

Dalam perjuangan Dewi Sartika untuk pendidikan Indonesia. Pada masa itu, beliau berhasil mendirikan beberapa sekolah untuk kaum perempuan. Adapun sekolah-sekolah yang berhasil berdiri dan tercatat dalam biografi Dewi Sartika yaitu:

  1. Sekolah Isteri

Sekolah istri merupakan sekolah pertama yang didirikan oleh Dewi Sartika pada tanggal 16 Januari 1904. Pendirian tersebut, dibantu oleh kakek Dewi Sartika dan seorang inspektur kantor pengajaran pada saat itu.

Pada pembukaan pertamanya, sekolah istri memiliki 20 murid pertama. sebelum kemudian murid sekolah istri bertambah banyak hingga ruang kelas sekolah istri tidak mampu menampung. Sehingga membuat sekolah istri di pindah ke tempat yang lebih luas.

  1. Sekolah Keutamaan Isteri

Sekolah keutamaan istri sebenarnya merupakan sekolah istri yang berpindah tempat dan mengalami perubahan nama. Tidak hanya itu saja, pada perubahan tersebut, pembelajaran dalam sekolah keutamaan istri juga mengalami perubahan.

Dewi Sartika juga menambahkan pembelajaran mengenai cara pembinaan rumah tangga seperti menjadi istri yang baik, mandiri dan terampil.

Dari sekolah ini, perkembangan di dunia pendidikan mulai menemukan titik terang. Wanita-wanita Sunda yang memiliki cita-cita yang sama. Mulai berani mendirikan sekolah untuk wanita pada dua tahun setelah sekolah isteri dipindahkan.

  1. Organisasi Keutamaan Isteri

Banyaknya sekolah yang bermunculan di Sunda kembali memunculkan ide baru untuk mendirikan organisasi baru. Sampai pada tahun 1913 organisasi keutamaan isteri mulai didirikan dengan tujuan untuk menaungi sekolah yang telah didirikan di Tasikmalaya. Selain itu, organisasi ini juga dibentuk dengan tujuan agar sistem pembelajaran dari sekolah yang telah di bangun Dewi Sartika bisa menyatu.

  1. Sekolah Keutamaan Perempuan

Pada tahun selanjutnya, sekolah keutamaan istri kembali dirubah namanya menjadi sekolah keutamaan perempuan. Pada waktu itu, sekolah keutamaan perempuan telah berdiri hampir di ¼ wilayah. Sisanya yaitu, ¾ nya hanya tinggal ditata.

Kemudian, seorang wanita Encik Rama Saleh yang pada saat itu mulai ter-inspirasi dengan Dewi Sartika mulai ikut mendirikan sekolah di wilayah Bukit Tinggi.

  1. Sekolah Raden Dewi

Pada tahun ke 25 setelah pendirian sekolah isteri. Tepatnya pada tahun 1929, dan untuk kali terakhir. Nama sekolah istri kembali dirubah menjadi sekolah Raden Dewi. Pada perubahan ini, sekolah yang didirikan oleh Dewi Sartika mulai mendapatkan apresiasi dari pemerintah hindia belanda. Dengan membangunkan sebuah gedung baru yang lebih besar dari sebelumnya.

Prestasi & Penghargaan Dewi Sartika

Berbeda dengan perjuangan pahlawan bangsa Indonesia lain yang berjuang melalui perang frontal. Dewi Sartika memilih berjuang dalam hal pendidikan. Meskipun berjuang dalam bentuk yang berbeda. Namun perjuangan yang telah beliau lakukan patut dihargai dan disebut sebagai seorang pahlawan.

Hal tersebut disebabkan karena dewi Sartika telah melakukan perjuangan pada sesuatu yang heroik untuk bangsanya sesuai dengan kondisi yang terjadi pada masa itu. Dalam perjalanannya, beliau telah berhasil mencetak prestasi, yang kini menjadi salah satu peninggalan dewi sartika yaitu sekolah isteri.

Atas semangat, kegigihannya dan juga ketulusan Dewi Sartika untuk membangun masyarakat negeri. Pada tahun 1966, dewi Sartika diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia.