Biografi Rocky Gerung

Biografi Rocky Gerung – Akhir-akhir ini, Indonesia memang tengah ramai dengan berita-berita hoax atau berita bohong. Dalam kasus ini, Rocky Gerung merupakan salah satu orang yang baru-baru ini ikut populer setelah dirinya menyampaikan sebuah kritik keras.

Atas gerakan pemerintah yang ingin membasmi berita hoax tersebut. Banyak netizen yang makin penasaran mengenai biografi Rocky Gerung dan latar belakangnya.

Lalu, sebenarnya siapakan Rocky Gerung itu? Bagaimana profil Rocky Gerung dan keluarganya? Berikut ini, pembahasan mengenai biografi Rocky Gerung untuk anda.

Riwayat Pendidikan dan Karir

Rocky Gerung merupakan salah satu dosen universitas Indonesia yang lahir pada tanggal 20 januari 1959 di Manado. Beliau memiliki riwayat pendidikan di Universitas Indonesia pada tahun 1986. Dan berhasil memperoleh gelar sarjana sastra di Universitas Indonesia .

Biografi Rocky Gerung Singkat
Gambar: news.detik.com

Sampai saat ini, bapak yang juga aktif menulis di berbagai media massa itu menjadi staff pengajar di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia atau FIB-UI. Pada beberapa cerita biografi Rocky Gerung, beliau menjadi fellow pada sebuah perhimpunan pendidikan demokrasi atau P2D sejak tahun 2006. Dan pada tahun 2007 turut mendirikan SETARA Institute.

SETARA Institute sendiri merupakan sebuah perkumpulan yang didedikasikan bagi pencapaian cita-cita dimana seseorang memerlukan setara dengan menghormati keberagaman. Selain itu, Rocky Gerung juga merupakan salah satu filsuf, pengajar, penulis, pengamat politik, peneliti, dan juga seorang narasumber dalam sebuah acara televisi.

Statement Kontroversial

Statement Rocky Gerung yang blak-blakan dan kritik di media sosial membuat sebagian orang kagum kepadanya. Namun tidak jarang, kubu yang membenci dirinya juga sangat banyak. Hal tersebut disebabkan karena kritik dan statementnya yang tak jarang kontroversial, itu membuat dirinya terlalu terlihat provokatif.

Bahkan baru-baru ini, statement Rocky Gerung kembali mengundang kontroversi. Hal itu disebabkan karena dirinya mengatakan statemennya mengenai kitab suki yang dianggap melecehkan agama. Oleh karena itu, sang profesor menjadi jarang diundang menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club.

Kubu yang membenci Rocky Gerung pun menjadi semakin banyak. Bahkan tak jarang, kubu yang membeci dirinya itu menghujat Rocky di media sosialnya. Alih-alih panik, Rocky hanya mengatakan bahwa orang yang tidak mampu berfikir hanya bisa bersuara keras.

Terlepas dari semua kasus tersebut, sebenarnya Rocky Gerung memiliki pengetahuan terhadap beraagam isu sosial, negara dan juga politik yang cukup luas. Ditambah pemahaman mengenai berbagai perspektif ideologi, teori dan ilmu filsafat yang sangat mumpuni. Maka, wajar jika sebelumnya Rocky Gerung sering diundang dan dijadikan sebagai narasumber.

Keluarga Rocky Gerung

Mungkin sebagian dari anda bertanya mengenai biografi Rocky dan keluarganya. Misalnya informasi mengenai orang tua atau anak istri gerung. Sejauh ini, pembahasan mengenai biografi yang membahas profil Rocky Gerung dan keluarga memang tidak dijelaskan secara detail.

Namun yang perlu diketahui yaitu, sampai saat ini status Rocky Gerung tidak memiliki anak atau pun istri. Karena memang dirinya belum menikah. Bahkan dalam satu kesempatan, bapak yang merupakan dosen UI ini pernah menjawab bahwa wanita adalah “sosok yang indah sebagai fiksi, tetapi buruk sebagai fakta” ketika ditanya mengenai wanita dan pernikahan.

Kilas Balik Perjalanan

Sebenarnya Rocky Gerung bukan termasuk orang yang sembarangan. Hal tersebut terlihat karena Rocky beberapa kali dijadikan sebagai narasumber dalam acara setingkat nasional seperti Indonesia Lawyers Club. Karir rocky cukup cemerlang.

Biografi Rocky Gerung
Gambar: news.detik.com

Adapun beberapa perjalanan karir tersebut yaitu:

Dosen Tidak Tetap Universitas Indonesia

Dalam karir akademik nya, Rocky Gerung mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi pengajar di fakultas ilmu budaya Universitas Indonesia. Namun sejak tahun 2015, Rocky Gerung memutuskan untuk berhenti.

Perguruan tinggi yang termasuk dalam perguruan ternama tersebut memang tidak merekrut Rocky Gerung sebagai dosen atau staf pengajar tetap. Namun meski pun begitu, dalam sebagian biografi Rocky Gerung diceritakan beliau pernah mengajar mahasiswa dari S1 sampai S3.

Dalam satu kesempatan. Tepatnya pada sebuah acara televisi yang kala itu tengah membahas mengenai profil lengkap Rocky Gerung, seputar pemecatan dirinya dari universitas Indonesia .

Rocky Gerung menjelaskan bahwa dirinya yang memecat atau keluar dari universitas Indonesia , bukan sebaliknya. Hal tersebut disebabkan karena rocky mengaku tidak pernah mendaftar di universitas Indonesia . Justru perguruan tinggi itulah yang memintanya untuk mengajar.

Honor Dosen Sepenuhnya Disumbangkan.

Fakta lain dari Rocky Gerung ketika masih menjadi dosen universitas ternama yaitu beliau mengaku tidak pernah menikmati honor atau gaji mengajarnya.

Oleh karena itulah, ketika ada yang menanyakan mengenai honor mengajarnya. Rocky Gerung hanya menjawab dengan gurauan dan mengatakan bahwa honor mengajar di universitas Indonesia tidak seberapa dan hanya cukup untuk membayar nol.

Jawaban tersebut diberikan Rocky Gerung karena memang selama ini, honor mengajarnya disumbangkan pada civitas akademika Universitas Indonesia. Mungkin saja, kekayaan Rocky Gerung memang tidak mengharuskannya mengambil honor mengajarnya.

Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi

Selain menjadi pengajar atau dosen UI,Rocky Gerung juga merupakan peneliti di perhimpunan pendidikan demokrasi atau P2D. Dalam profil pengurus P2D, disebutkan dengan lengkap bahwa Rocky Gerung ada di bidang riset.  Yang beliau tangani berfokus pada HAM, kesetaraan, teori keadilan dan pengurus utamaan gender.

Pendiri SETARA Institute

SETARA Institute for Democracy and Peace merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak untuk melakukan penelitian dan advokasi mengenai demokrasi, kebebasan politik, dan juga hak asasi manusia.

Biografi Rocky Gerung Lengkap
Gambar: mediaindonesia.com

Organisasi ini, dibangun oleh Gerung pada tahun 2005. Setelah pendirian tersebut, organisasi SETARA mulai mena-kampanyekan mengenai kebebasan beragama, demokrasi dan kebebasan sipil.

Dalam perjalanan karirnya, sang profesor juga merupakan pendiri dari lembaga swadaya masyarakat tersebut. Dengan dibantu beberapa aktivis dan politikus ham di Indonesia, seperti KH. Abdurrahman Wahid, dan Dr. Ir. Pramono Anung Hendardi, Rocky Gerung berhasil mendirikan organisasi ini.

Seorang Penulis Buku

Jika anda tahu, Rocky Gerung sebenarnya merupakan penulis buku dan telah berhasil menerbitkan bukunya. Sayangnya, buku yang diterbitkan Rocky Gerung bukan merupakan buku lucu atau bergenre romantis. Sehingga tidak banyak yang mengetahui jika Gerung memiliki buku.

  1. Pada tahun 1991, buku pertama yang dengan judul Teori Sosial dan Praktek Politik berhasil ditulis Rocky Gerung bersama dengan Brian Fay dan Budi Murdono.
  2. Pada tahun 2001, Rocky Gerung kembali menerbitkan buku yang beliau tulis kembali yaitu buku dengan judul Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus.

Meski pun tidak banyak yang tahu, namun kedua buku yang berhasil ditulis dan diterbitkan oleh Rocky Gerung ini adalah salah satu buku yang banyak menjadi referensi dalam ilmu sosial politik.

Tidak sampai di situ saja, Rocky juga merupakan salah satu orang yang cukup aktif membuat publikasi dalam bentuk jurnal dan juga paper ilmiah. Sejauh ini, ada lima publikasi dalam rentang waktu sepuluh tahun mulai dari 2007 hingga tahun 2017.

Dan hampir semua dari topik paper yang beliau bahas berkaitan dengan hak asasi manusia. Dari biografi Rocky Gerung diatas, tentu kita banyak belajar bahwa untuk sekadar berpendapat pun butuh keberanian dan dasar yang kuat.

Isi Konten: