Biografi Pangeran Antasari

Biografi Pangeran Antasari – Apakah anda mengetahui mengenai biografi Pangeran Antasari? Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional yang berjuang pada abad ke 19 M di daerah Banjar.

Selain sebagai pahlawan nasional, Pangeran Antasari juga dikenal sebagai seorang pemuka agama dan pemimpin umat islam tertinggi di daerah Banjar bagian utara, seperti Muara Taweh dan daerah sekitar Muara Taweh lainnya.

Kilas balik perjuangan para pahlawan bisa kita temui pada ulasan biografi pangeran Diponegoro hingga pangeran Antasari. Mereka itulah para putra daerah yang berani memperjuangkan hak pribumi.

Perjuangan Pangeran Antasari dan perjalanan hidup beliau ini terbilang luar biasa. Rasanya sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Oleh karena itulah, berikut ini pembahasan mengenai biografi Pangeran Antasari secara lengkap.

Mulai dari, tanggal lahir Pangeran Antasari, riwayat pendidikan Pangeran Antasari, dan pembahasan lainnya.

 

Latar Belakang Pangeran Antasari

Pangeran Antasari merupakan pangeran nasional yang berjuang di daerah Banjar untuk melawan Belanda. Beliau lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan pada tahun 1797 M. Pangeran Antasari adalah putra dari Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir dan Khadijah binti Sultan Sulaiman.

Biografi Pangeran Antasari
Gambar: bravaradio.com

Dimasa mudanya, Pangeran Antasari dikenal dengan nama Gusti Inu Kartapati. Beliau memiliki satu orang adik perempuan, yang memiliki nama Ratu Antasari atau Ratu Sultan Abdul Rahman.

Sayangnya, adik beliau meninggal ketika melahirkan anaknya yaitu Rakhmatillah. Lahir sebagai keluarga bangsawan, semangat perjuangan Pangeran Antasari tidaklah padam akan iming – iming kolonial Belanda.

Bahkan peran pangeran Antasari sebagai penggerak masa atau pemimpin peperangan menjadi ancaman terbesar bagi Belanda.

 

Silsilah Keluarga Pangeran Antasari

Dalam silsilah keluarganya. Pangeran Antasari merupakan cucu dari pangeran Amir yang pada saat itu begitu terkenal dalam dinasti Banjarmasin. Pangeran Antasari sendiri pada masa itu merupakan seorang pemimpin yang memimpin banyak suku.

Mulai dari suku Banjar, suku Kutai, Bakumpai, Maanyan, Siang, Ngaju, Murung, Pasir, Sihong, dan beberapa suku yang ada di wilayah pedalaman atau sepanjang sungai Barito.

Di dalam biografi Pangeran Antasari, menjelaskan bahwa beliau memiliki 11 anak dari pernikahannya bersama Ratu Antasari. Sebelas dari anak tersebut, terdiri dari 3 anak laki-laki, dan 8 anak perempuan.

Yang paling penting dari semua perjalanan Pangeran Antasari yaitu beliau diakui masyarakat sebagai “Panembah Amiruddin Khalifatul Mukminin”. Julukan ini mempunyai makna pemimpin tertinggi dari umat islam di wilayah Banjar.

 

Masa Kecil Pangeran Antasari

Meskipun berasal dari keluarga kerajaan. Namun, keluarga Pangeran Antasari selalu mendidik beliau agar terbiasa hidup berbaur dengan masyarakat kecil. Hal inilah, yang akhirnya membuat Pangeran Antasari memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Tidak hanya itu, dari ayahnya Pangeran Antasari juga belajar untuk anti pada penjajah Belanda.

Barangkali alasan itulah, yang menjadikan Pangeran Antasari tidak pernah takut dan selalu memiliki tekad kuat dalam melawan penindasan Belanda pada masa itu.

Perjuangan Pangeran Antasari dimulai ketika Belanda mengintervensi pemerintahan kesultanan Banjar dengan mengangkat Sultan Tajmid menjadi sultan kerajaan Banjar. Inilah awal mula perjuangan pangeran Antasari dimulai.

 

Perjuangannya Melawan Belanda

Keputusan pengangkatan Sultan Tajmid tersebut tentu bukan keputusan yang benar. Hal tersebut disebabkan karena pada masa itu Sultan Tajmid adalah sosok yang tidak disukai rakyat, dan cenderung memihak pada Belanda.

Biografi Pangeran Antasari Singkat
Gambar: tibuku.com

Tidak sampai di situ. Bahkan setelah interverensi kekuasaan, Belanda juga mencoba menghancurkan kesultanan Banjar dengan strategi adu dombanya.

Tidak heran jika pada masa itu, banyak dari keluarga kesultanan yang bermusuhan dan bercerai-berai. Tepatnya pada titik inilah, Pangeran Antasari mulai melakukan perjuangannya.

Beliau mencoba membela hak-hak sultan Hidayat dan juga bersekutu dengan kepala suku di daerah hulu sungai. Dan disinilah, Pangeran Antasari mulai memiliki niat untuk mengusir Belanda.

 

Perjuangan Pangeran Antasari Memimpin Rakyatnya

Perjalanan biografi Pangeran Antasari dalam perjuangannya dimulai pada tanggal 25 April 1859. Bersama 300 prajurit, beliau menyerang pertambangan batu bara di Pengaron yang pada saat itu dimiliki oleh Belanda. Atas penyerangan tersebut, maka perang Banjar pada saat itu dimulai.

Terbukti selepas itu, peperangan demi peperangan terus terjadi di seluruh wilayah kerajaan Banjar. Melihat hal tersebut, Pangeran Antasari segera melakukan penyerangan balik bersama para panglima dan pengikut setianya.

Penyerangan tersebut, beliau mulai dengan menyerang pos-pos milik Belanda yang terdapat di Martapura, Hulu sungai, Tanah Laut, Riam Kanan, Tabalong, dan juga pos di sepanjang sungai Barito sampai Puruk Cahu.

 

Rencana Pembunuhan Pangeran Antasari

Penyerangan yang dilakukan Pangeran Antasari nyatanya tidak membuat Belanda jera. Alih-alih mengambil langkah mundur belanda malah kembali melakukan perlawanan yang semakin sengit.

Dibantu pasukan Batavia dan didukung dengan persenjataan yang canggih, akhirnya Belanda membuat Pangeran Antasari merasa terdesak. Hingga memutuskan melakukan pemindahan benteng pertahanan beliau ke Muara Taweh.

Melihat hal tersebut, Belanda tidak henti-henti memberikan tawaran agar Pangeran Antasari menyerah. Namun, tekat Pangeran Antasari yang kokoh tidak membuat bujukan Belanda menjadikan lunturnya perjuangan beliau.

Padahal pada waktu itu belanda tengah membuat sayembara untuk membunuh beliau. Tidak tanggung-tanggung Belanda berani memberikan hadiah imbalan sebesar 10.000 gulden bagi siapapun yang mampu membunuh Pangeran Antasari.

Meskipun, tidak ada yang mengikuti sayembara tersebut. Peran Pangeran Antasari sebagai pejuang benar – benar disegani oleh rakyat.

 

Akhir Perjuangan Pangeran Antasari

Setelah melakukan perjuangan yang cukup panjang, biografi Pangeran Antasari mencatat pada tanggal 11 oktober 1862 beliau dinyatakan wafat. Pangeran Antasari wafat ketika berada di Kampung Bayan Begok, Sampirang.

Pangeran Antasari wafat di usianya yang ke 75 tahun di tengah pasukan karena penyakit paru-paru dan cacar yang beliau derita setelah melakukan perang di bawah kaki bukit Bergantung, Tundukan. Sepeninggal Pangeran Antasari, perjuangan beliau diteruskan oleh putranya yaitu Muhammad Seman.

Pada tanggal 11 november 1958, atas keinginan banjar dan persetujuan keluarga. Jasad Pangeran Antasari yang telah dikebumikan selama sekitar 91 tahun di daerah Hulu sungai Barito, dipindahkan ke Taman Makam Perang Banjar yang berada di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Bagian-bagian yang masih utuh dan dipindahkan antara lain, tulang tengkorak, tempurung lutut, dan beberapa helai rambut.

 

Peran  dan Jasa Pangeran Antasari 

Barangkali gambar Pangeran Antasari bisa anda jumpai dengan mudah pada daftar foto atau ilustrasi pahlawan RI. Anda pun sebenarnya juga bisa menemui banyak foto atau gambar Pangeran Antasari secara online.

Biografi Pangeran Antasari Lengkap
Gambar: tirto.id

Beliau merupakan pahlawan besar, jadi informasinya memang diabadikan dalam biografi resmi pemerintah. Untuk memudahkan pengetahuan anda mengenai Pangeran Antasari. Berikut peran dan jasa Pangeran Antasari untuk Indonesia:

Sebagai Pemuka Agama

Pada masa itu, Pangeran Antasari merupakan ulama’ yang begitu faham dengan nilai-nilai dan mengaplikasikan islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang membuat masyarakat banjar pada masa itu, mengakui beliau sebagai “Panembah Amiruddin Khalifatul Mukminin (Pemimpin tertinggi dari umat islam di wilayah banjar).

Begitu pandainya beliau dalam agama islam hingga pada perjuangannya Pangeran Antasari melandasinya dengan nilai-nilai islam. Yang dapat dilihat dari ucapan beliau, yaitu “Hidup untuk Allah, dan Mati untuk Allah.”

Sebagai Pemersatu Rakyat

Seperti yang telah dijelaskan di awal, peran Pangeran Antasari sebagai sosok pahlawan yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tidak heran jika beliau mampu begitu dekat bukan hanya pada suku-suku tertentu saja. Namun dekat pada semua suku. Bahkan begitu dekatnya beliau, sampai Pangeran Antasari tahu bagaimana karakter setiap suku.

Hal itulah yang membuat beliau tidak kesulitan dalam mempersatukan berbagai suku tersebut. Terlebih ketika akan menghadapi penindasan yang dilakukan oleh Belanda pada saat itu.

Adapun persatuan suku itu, terbukti saat tidak ada satupun rakyat Banjar yang mau mengikuti sayembara yang diadakan oleh belanda untuk membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan uang. Hal ini membuktikan bahwa peran Pangeran Antasari untuk rakyat tidak bisa dibeli dengan harta.

Sebagai Penyambung Aspirasi Rakyat

Dekatnya beliau dengan semua rakyat kecil, ternyata memberikan banyak kemudahan bagi Pangeran Antasari. Tidak hanya bisa mengetahui karakter setiap sukunya. Atas kedekatan tersebut, Pangeran Antasari juga bisa memahami keinginan semua rakyat beliau.

Seperti yang diketahui, bahwa komunikasi pihak kerajaan dan rakyat tentu memiliki batasan tertentu. Oleh karena itulah, sebagai bagian dari kerajaan, Pangeran Antasari mencoba menampung semua pesan dan keluhan rakyat.

Kemudian menghubungkan dengan pihak kerajaan. Peran Pangeran Antasari sebagai perantara antara rakyat dan penguasa ini tentunya sangat vital bagi stabilitas wilayahnya saat itu.

Leave a Comment