Biografi BJ Habibie

Biografi BJ Habibie – Sebagian besar dari anda tentu telah banyak mendengar mengenai Bj Habibie. Sebenarnya bukan hanya karena, beliau merupakan presiden ketiga RI, maka beliau terkenal. Namun beliau juga dikenal dari kisah cinta yang Bj Habibie dan Ibu Ainun miliki. Sejauh ini, Bj Habibie memang dikenal sebagai sosok presiden yang sangat cerdas.

Dalam biografi singkat Bj Habibie dituliskan bahwa beliau pernah menempuh studi teknik penerbangan dan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di negara Jerman. Dan pada masa itu, berhasil merakit sebuah pesawat untuk Indonesia.

Lakar Belakang Kehidupan BJ Habibie

Beliau lahir dengan nama asli Bacharuddin Jusuf Habibie di Pare – Pare pada tanggal 25 Juni 1936 ini sebelumnya juga mengeyam pendidikan di ITB. Singkatnya, BJ Habibie menikahi Hasri Ainun Besari dan dikarunia dua putra. Mereka yakni Ilham Akbar Habibie, dan Thareq Kemal.

Biografi BJ Habibie Lengkap
Gambar: www.republika.co.id

Selain dikenang sebagai mantan presiden negara Indonesia, Bj Habibie beberapa tahun yang lalu juga sempat menjadi trending topic kembali. Kisah cinta BJ Habibi Ainun yang penuh perjuangan dibungkus menjadi sebuah tontonan apik dan mendidik.

Tidak sampai disitu, kisah hidup BJ Habibie kembali dituangkan dalam film kembali. Bedanya, dibandingkan film pertama, BJ Habibie lebih disorot ketika masa pendidikannya di Eropa.

Biografi BJ Habibie Singkat

  • Bj Habibie sebenarnya merupakan nama populer yang diambil dari nama asli beliau yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau lahir di kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Pada tanggal 25 Juni tahun 1936. Bj Habibie merupakan presiden ketiga indonesia yang pada masa mudanya terkenal sebagai seseorang yang sangat cerdas.
  • Bj Habibie muda memiliki riwayat pendidikan di SMAK Dago, kota Bandung pada tahun 1954. Dan berlanjut ke Institut Teknologi Bandung atau ITB. Sejarah biografi Bj Habibie dalam menempuh pendidikan cukup panjang. Setelah beberapa bulan menempuh pendidikan di ITB.
  • Bj Habibie memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temanya untuk bersekolah di Jerman. Menggunakan biaya dari Ibunya yaitu R.A Tuti Marini Puspowardojo. Dan bukan merupakan beasiswa dari menteri pendidikan dan kebudayaan seperti yang dilakukan teman-temannya.

Pesan bung karno mengenai betapa pentingnya penguasaan teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara pada saat indonesia masih berkembang, itulah yang akhirnya membuat Bj Habibie mendapatkan kesempatan belajar di Jerman.

Pada masa itu, pemerintah Indonesia yang di pimpin oleh Ir Soekarno memang tengah gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk menuntut pendidikan di luar negeri. Dan Habibie merupakan rombongan kedua dari ratusan pelajar SMA yang secara khusus di kirim ke berbagai negara.

Melalui kesempatan tersebut, Bj Habibie akhirnya memutuskan untuk memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan Spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Masa Kecil BJ Habibie

Bj Habibie merupakan putra keempat dari Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya, Alwi merupakan seorang ahli petani yang berasal dari Gorontalo. Sedangkan ibunya, adalah seorang spesialis mata yang berasal dari Yogyakarta.

Biografi BJ Habibie
Gambar: bogor.tribunnews.com

Dimasa kecilnya, Bj Habibie dibesarkan oleh keluarga yang religius. Hal itu terlihat, dari kebiasaan ayah Bj Habibie yang sering membacakan ayat suci Al-qur’an sejak beliau kecil. Menurut kisah, habibie selalu merasa tenang jika ayahnya membacakan ayat suci Al-qur’an kepadanya.

Kebiasaan itulah, yang membuat Bj Habibie mampu membaca al-qur’an dengan lancar saat beliau baru berusia 3 tahun. Bahkan di sekolahnya, Bj habibie begitu terkenal sebagai sosok yang memiliki segudang prestasi. Benar saja, karena sejak sekolah dasar Bj Habibie memang dikenal sebagai anak yang cerdas.

Prestasi BJ Habibie

Seperti biografi BJ Habibie yang dijelaskan sebelumnya. Bahwa riwayat pendidikan bj habibie bisa dibilang cukup panjang. Untuk pendidikan yang beliau tempuh di Jerman saja, Bj Habibie membutuhkan waktu yang cukup lama.

Salah satu alasannya yaitu karena memang pendidikan yang beliau tempuh bukan pendidikan kursus kilat. Melainkan pendidikan yang menggunakan sistem sekolah bertahun-tahun sembari kerja praktik.

Sejak awal, Bj Habibie memang telah tertarik dengan ide Ir Soekarno yang menyatakan bahwa how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia. Berawal dari ide tersebut, akhirnya pada masa itu perusahaan- perusahaan strategis mulai bermunculan. Misalnya, PT PAL dan IPTN.

Dari sanalah, semangat dalam jiwa Bj Habibie benar-benar berkobar. Dari keberangkatannya ke Jerman tersebut, beliau bertekat akan bersungguh-sungguh. Dan berjanji akan pulang membawa kesuksesan, untuk ibunya yang membiayainya. Karena memang, BJ Habibie tidak berangkat menggunakan beasiswa dari kementrian pendidikan dan kebudayaan yang waktu itu gencar diberikan.

BJ Habibie di Luar Negeri

Untuk membuktikan kesungguhannya, beliau selalu berupaya lebih tekun. Musim liburan yang biasanya digunakan untuk beristirahat dan bersenang-senang, beliau manfaatkan untuk ujian dan juga bekerja. Bj Habibie menganggap liburan merupakan kesempatan berharga baginya untuk mencari pengalaman serta mencari uang agar bisa membeli buku.

Hingga pada tahun 1960, perjuangannya berhasil. Bj Habibie mendapatkan gelar Diploma Ing, dan mendapatkan predikat cumlaude atau sempurna. Dengan nilai rata-rata mencapai 9,5 dari Technische

Hochschule. Dari gelar Insinyur yang telah beliau peroleh, Bj Habibie kemudian mendaftarkan diri bekerja disebuah industri kereta api jerman yaitu Firma Talbot.

Biografi BJ Habibie Singkat
Gambar: www.netralnews.com

Namun tidak sampai di situ saja. Untuk mendapatkan gelar doktor, Bj Habibie kembali melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fure Maschinenwesen Aachen. Sebelum akhirnya menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian ikut diboyong ke Jerman.

Pada masa itu, kehidupan yang harus dijalaninya cukup keras. Untuk menghemat biaya hidup, Bj habibie berangkat ke tempat kerjanya yang bisa di bilang cukup jauh dengan jalan kaki. Dan beliau akan berangkat pagi-pagi untuk menghindari keterlambatan kerja. Sedangkan pada malam hari, setelah pulang kerja. Beliau gunakan belajar untuk kuliahnya.

Perjuangan yang benar-benar keras dan tidak bisa ditempuh dengan mudah. Namun karena perjuangan itulah, akhirnya bj habibie mendapatkan buah manis dengan membawa prestasi untuk Indonesia. Yaitu beliau berhasil membuat pesawat Indonesia.

Rumus Faktor Habibie

Selain berhasil membuat pesawat, Bj habibie juga menemukan rumus menarik yang bisa menghitung keretakan sampai ke atom pesawat terbang. Ini tentu merupakan prestasi lain yang sangat menarik dalam biografi Bj Habibie. Karena dari rumus yang beliau temukan tersebut akhirnya beliau mendapatkan julukan Mr Crack.

Prestasi lain yang juga tak kalah membanggakan yaitu Bj Habibie berhasil memperoleh gelar profesor kehormatan atau guru besar dari ITB pada tahun 1967. Tidak hanya itu, beliau juga mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Ganesha Praja Manggala.

Pengakuan Dunia Terhadap BJ Habibie

Karena kejeniusan yang beliau miliki pula. Bj Habibie berhasil mendapatkan pengakuan dari banyak lembaga kelas internasional. Seperti Gesselschaft fuer luft and raumfahrt, yang merupakan lembaga penerbangan di jerman.

The Academie National de I’Air et de I’Espacedari perancis, Lembaga inggris, The royal Aeronautical Society London, lembaga dari swedia, The Royal Swedish Academy Of Engineering Sciences, bahkan lembaga amerika serikat yaitu The US Academy Of Engineering.

Prestasi Bj Habibie lain yang berhasil beliau dapatkan yaitu Edward Warner Award dan Award Von Karman. Keduanya merupakan penghargaan bergengsi yang hampir setara dengan penghargaan hadiah nobel.